Jake diminta untuk memimpin tim dalam operasi penyelamatan gadis-gadis sekolah internasional yang diculik oleh kelompok ISIS di perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Untuk melaksanakan misi tersebut, Jake dan timnya harus menyamar sebagai petugas medis, dengan tujuan menyusup ke dalam wilayah yang dikuasai oleh kelompok teroris. Misi ini menuntut keterampilan khusus dan ketangguhan, sehingga Jake merekrut sejumlah perempuan dengan kemampuan khusus untuk membantu menjalankan misi berbahaya tersebut. Dalam penyamaran ini, Jake menggunakan nama samaran "Jessica Rabit," meskipun sering disalahartikan sebagai "rabbit" atau kelinci.
Misi penyelamatan ini bukanlah perkara mudah. Selain menghadapi tantangan fisik dan taktis di medan perang, Jake dan tim harus berhadapan dengan berbagai masalah internal, seperti pengkhianatan dan konflik dengan pihak-pihak terlibat. Sementara itu, tekanan dari masa lalu Jake semakin membebani mental dan emosinya. Keberhasilan misi ini bukan hanya tentang menyelamatkan gadis-gadis tersebut, tetapi juga tentang penebusan bagi Jake dan timnya.
Dengan latar belakang yang kuat mengenai trauma, persahabatan, dan perjuangan wanita dalam medan perang, Dirty Angels yang disutradarai Martin Campbell (Casino Royale) ini menawarkan kisah penuh aksi dan ketegangan. Film ini juga menyoroti peran penting perempuan dalam menghadapi kekerasan dan terorisme, serta menunjukkan bahwa dalam situasi yang paling genting sekalipun, perempuan mampu memainkan peran yang tak kalah penting dalam perang modern. (f)
Baca juga:
7 Drakor Terbaru Januari: Kisah Cinta di Tempat Kerja Hingga di Antariksa
Karakter Baru di Squid Game 2 Ini Jadi Kontroversi Sekaligus Mencuri Perhatian
The Prosecutor: Donnie Yen Jadi Jaksa Jagoan Menuntut Keadilan
Siti Laela Malhikmah
Topic
#feminaindonesia, #dirtyangels, #reviews