Foto: Dok. Paramount Pictures
“You fool!” Itulah pesan Frank, atasan Max Vatan (Brad Pitt) saat mendengar kabar Max akan menikahi sesama agen rahasia. Pernikahan sesama agen rahasia takkan berhasil. Namun, Max tidak mengindahkan peringatan itu dan tetap menikahi Marianne Beausejour (Marion Cotillard), seorang aktivis pemberontak Prancis yang ditemuinya dalam sebuah misi untuk membunuh Duta Besar Jerman di Maroko. Benarkah seperti kata Frank, mata-mata tak boleh jatuh cinta?
Sebisa mungkin Max menghindari affair, tetap saja sosok Marianne yang luwes memikat hatinya. Sejak pertama bertemu, mereka harus langsung tampil sebagai suami-istri. Mudah ditebak, keduanya terlalu menghayati peran, saling jatuh cinta hingga akhirnya memutuskan menikah, membangun kehidupan di London dan memiliki seorang putri.
Sejak awal, Marianne telah mengingatkan, kesuksesannya sebagai mata-mata bukan cuma perkara kelihaian berakting, tapi ia membiarkan perasaannya tampil meyakinkan. Pernyataan ini terus terngiang di kepala Max saat muncul kecurigaan bahwa istrinya adalah mata-mata Jerman. Apakah cinta mereka nyata atau hanya sekadar ilusi yang diciptakan oleh kelihaian akting Marianne? Max mempertaruhkan nyawanya untuk membuktikan bahwa tuduhan itu salah. Tak bisa ditawar lagi, jika tuduhan itu terbukti benar, maka ia harus menghabisi Marianne.
Simak trailernya di sini:
Steven Knight menulis naskah film ini berdasarkan kisah nyata yang diceritakan kepadanya saat ia berusia 21 tahun. Masih dengan formula yang sama dengan Mr. & Mrs. Smith, pasangan mata-mata ini kembali diuji dengan kepercayaan terhadap satu sama lain. Dalam film spionase, setiap detail menjadi penting karena hidup mereka penuh dengan topeng. Sosok Marianne dikenal periang, pandai melukis dengan cat air, tapi apakah ia juga bisa memainkan lagu kebangsaan Prancis, La Marseillaise dengan piano seperti yang diingat oleh Paul Delamare yang berjuang bersamanya?
Di tengah terpaan badai rumah tangganya dengan Angelina Jolie di dunia nyata, menyaksikan akting Brad Pitt sebagai agen rahasia yang dingin, profesional sekaligus family man terasa seolah sedang mengembalikan citra Brad sebagai hot daddy idola Hollywood. Lihatlah senyumnya saat ia melihat langkah pertama Anna, bayi perempuan dengan pipi semerah apel yang super menggemaskan. Temukan juga sorotan mata Brad yang penuh cinta saat ia menatap Marianne yang masih lelap di tempat tidur.
Baca juga:
- Penyangkalan Marion Cotillard Jadi Orang Ketiga di Rumah Tangga Brad Pitt dan Angelina Jolie
- Perceraian Brangelina: Hak Asuh Anak Sementara Ada di Tangan Angelina Jolie
Jika Anda bukan pencinta film berlatar perang, jangan takut. Allied tak menyuguhkan scene dengan potongan tubuh berdarah-darah seperti Hacksaw Ridge. Namun, ketegangan suasana di era perang hadir lewat adegan Marianne yang harus melahirkan di tengah serangan udara. Sekilas, isu LGBT dimunculkan lewat karakter Bridget Vatan (Lizzy Caplan) adik Max yang terlibat hubungan sejenis.
Momen-momen romantis pasangan ini juga akan menuntaskan kerinduan fans pada akting dua bintang ini. Seolah tak ada yang mengalahkan masalah rumitnya percintaan mereka di tengah suasana Perang Dunia II. Lagipula, bukankah menyenangkan menutup akhir pekan ini dengan menyaksikan dua anak manusia menikmati sensasi bercinta di dalam mobil yang sedang dikepung badai pasir? (f)
Topic
#ResensiFilm