Reviews
7 Film Biografi Wajib Tonton

11 Jul 2016



Biopic atau film biografi adalah film yang bercerita tentang kisah hidup tokoh sungguhan, bukan karakter rekaan. Sebab, di balik ‘kebesaran’ sebuah nama, di situ ada kisah drama yang penuh haru, yang ketika dinarasikan dengan bagus lewat sinema, mampu menyentuh siapa pun yang menontonnya.  Berikut adalah beberapa di antara film biopic yang tak boleh dilewatkan.
 

Diana (2013)

Resmi berpisah dari Pangeran Charles, Diana (Naomi Watts) hidup sendiri, di luar Monarki Kerajaan Inggris, tepatnya di Kensington Palace. Terpisah dari kedua anaknya, Diana mencoba menikmati hidup barunya. Satu hal yang tak berubah, ia tak meninggalkan kesibukannya di bidang kemanusiaan, menyelamatkan hidup sebanyak mungkin nyawa mereka yang menjadi korban-korban peperangan dan tragedi kemanusiaan lainnya.

Film besutan sutradara Prancis Oliver Hirschbiegel ini diambil dari buku biografi, Diana: Her Last Love, yang ditulis oleh Stephen Jeffreys. Menurut buku itu terungkap, cinta sejati Diana sebetulnya bukanlah Dodi Al Fayed, pria yang meninggal bersamanya dalam kecelakaan mobil di Paris, di suatu malam yang naas di tahun 1997 itu.  Kekasih Diana adalah seorang dokter bedah jantung berdarah Pakistan bernama Hasnat Khan.

Film ini adalah tentang pertemuannya dan menyoroti gejolak hubungannya dengan Hasnat. Hasnat yang digambarkan dokter tampan bersahaja yang sangat fokus dengan pekerjaannya yang ia temui saat menjenguk sahabatnya Oonagh yang suaminya dirawat, telah memikat hati Diana. Pertemuan demi pertemuan yang dirahasiakan rapat-rapat dari pers, membuat hubungan mereka pun makin serius. Diana bahkan telah menemui keluarga besar Hasnat di Pakistan, untuk menunjukkan keseriusannya.

Namun demikian, cinta saja tak  cukup untuk membuat hubungan mereka berlanjut ke pernikahan. Perbedaan yang amat jauh menjadi kendala yang sulit ditembus. Diana --wanita paling terkenal di dunia saat itu—selalu menjadi daya tarik bagi pers. Sedangkan Hasnat, pria tertutup, tak bisa hidup dalam sorotan kamera. Putus-sambung mewarnai hubungan mereka, sampai kemudian kecelakaan itu merenggut nyawa Diana.
 

Grace of Monaco (2014)

Kisah hidup Grace Kelly (Nicole Kidman) tampak seperti dongeng yang too good to be true. Seorang aktris cantik jelita yang tengah naik daun, ikon Hollywood tahun 1960-an. Jatuh cinta pada Pangeran dari Kerajaan Monaco, Pangeran Rainier III (Tim Roth), keduanya menikah dan Grace diboyong ke istana.

Istilah happily ever after itu memang tidak ada dalam kehidupan nyata. Banyak yang mengira film ini akan banyak mengumbar tentang keglamoran Grace, sebagai salah seorang wanita paling fashionable di dunia, tinggal di istana Grimaldi yang bergelimang kemewahan. Namun demikian, sutradara Prancis, Olivier Dahan, mencoba menyoroti sisi dramanya. Menikahi seorang keturunan bangsawan dan penguasa negeri kecil ternyata amatlah tak mudah.
Sang suami memberinya ultimatum untuk meninggalkan karier aktingnya dan Kelly diwajibkan mengikuti gaya hidup sebagai princess yang harus membawa reputasi kerajaan di setiap aktivitasnya. Hidup di bawah aturan istana dan suami dan meninggalkan kehidupan lamanya, adalah harga yang harus dibayar Kelly. “I didn’t make you marry me. I didn’t make you come to me. What is it that Hollywood can give you, that I can’t. You were just an actress,” cetus sang Pangeran pada istrinya, yang membuat Grace sempat merasa tertekan.

Dilema cinta Grace, ditambah lagi situasi politik Monaco yang saat itu tengah punya hubungan ketegangan dengan Prancis, turut menjadi bumbu perkawinan keduanya. Film yang ditujukan sebagai penghormatan bagi Princess Grace ini menjadi pembuka di ajang Festival film Cannes Mei lalu.
 


Killing Kennedy (2012)

John F. Kennedy (JFK), presiden Amerika yang terkenal karismatik, namun kemudian menjadi korban penembakan di masa jabatannya. Kematiannya itu melahirkan beragam teka-teki dan teori tentang konspirasi penyebab pembunuhan. Film besutan sutradara Nelson McCormick  ini diadaptasi dari buku biografi karya Bill O'Reilly dan Martin Dugard ini seperti berusaha untuk menjelaskan misteri kematian tersebut dari berbagai sumber yang dianggap valid.
Mengambil kisah Kennedy dari perjalanan kariernya di politik hingga ia memenangkan pemilihan sebagai presiden, dan menyoroti sosok dan latar belakang pria yang menembaknya. Dibintangi oleh Rob Lowe sebagai JFK dan Ginnifer Goodwin sebagai first lady Jacqueline Kennedy.

Digambarkan, JFK adalah sosok yang cerdas, tegas, dan…sedikit flamboyan. Ujian besar yang dihadapi JFK adalah ketegangan situasi politik luar negeri Amerika di tengah pergolakan ideologi komunisme. Saat itu, JFK membuat keputusan untuk menginvasi Kuba, yang dipimpin oleh tokoh komunis Fidel Castro.

Tak lama setelah kematian anaknya yang baru lahir, JFK melakukan kunjungan ke Texas. Siapa nyana, di situlah Lee Harvey Oswald (Will Rothhaar) telah siap membidiknya. Oswald, pria asli Amerika yang pernah bertugas di Rusia, penganut fanatik paham komunis, namun menjalankan misinya seorang diri demi membela keyakinannya. Namun apa motif Oswald sesungguhnya? Sayangnya tak pernah terungkap karena Oswald juga menemui ajalnya di ujung senjata api.
    
         
Yves Saint Laurent (2014)
Advertisement

Paris di tahun 1958, dipenuhi oleh gairah perkembangan fashion. Yves Saint Laurent (Pierre Niney) saat itu berusia 21 tahun, mendapat panggilan untuk bekerja di rumah mode Christian Dior. Kejeniusannya sudah terlihat sejak awal kariernya, yang membuat semua mata menoleh di setiap fashion show-nya. Pelan tapi pasti, YSL muda ini pun banyak dipercaya untuk membuat rancangan haute couture.

Kariernya pun berada di jalur cepat. Tak butuh waktu lama bagi YSL untuk mendirikan Yves Saint Laurent Company, yang kemudian berkembang menjadi salah satu rumah mode paling digdaya di seluruh jagad.

Dikisahkan pula, suratan takdir mempertemukan YSL dengan Pierre Bergé (Guillaume Gallienne), patron seni yang di kemudian hari menjadi cinta sejati dan partner bisnisnya.

Film berbahasa Prancis yang disutradarai oleh Jalil Lespert ini adalah sebuah kisah tentang ikon fashion Paris yang namanya melegenda.  Film ini mendapat sambutan positif dan telah diputar di festival film dunia, di antaranya, 64th Berlin International Film Festival dan Cannes Film Festival 2014.
 

Kill Your Darlings (2013)

Film ini adalah karya debut sutradara John Krokidas yang menggambarkan masa-masa awal terbentuknya beberapa penulis tokoh pencetus Beat Generation di tahun 1950-an. Allen Ginsberg (Daniel Radcliffe) baru diterima di jurusan Sastra Inggris Columbia University di New York. Di kampus itulah ia bertemu dengan  Lucien Carr (Dane DeHaan), pria pencinta buku yang anti-mainstream dan pembawaannya ‘berisik’, telah memikat hati Ginsberg.

Ginsberg satu kelas dengan penulis William S. Burroughs (Ben Foster). Lalu, ada pula Jack Kerouac (Jack Huston) yang waktu itu bekerja sebagai pelaut, kerap hang out dengan mereka. Dalam setiap kali perbincangan,  mereka kerap membahas tentang sastra dan puisi, mereka sepaham menolak pembatasan dalam gaya penulisan yang standar. Di kemudian hari, mereka masing-masing menjadi  penulis yang karya-karyanya amat dikenal dan membawa pembaharuan dalam sastra di Amerika.

Suatu kali, Carr terlibat pertengakaran hebat dengan mantan kekasihnya, David Kammerer (Michael C. Hall), yang berujung pada kematian Kammerer.  Peristiwa pembunuhan ini menyeret persahabatan mereka di ujung tanduk.  
 

Mandela: Long Walk to Freedom
(2013)

Berita kematian Nelson Mandela datang di saat film ini tengah diputar. Film besutan sutradara Justin Chadwick ini diangkat dari buku autobiografi yang ditulis sendiri oleh Mandela. Dalam proses pembuatan filmnya, producer Anant Singh sempat melakukan wawancara dengan tokoh revolusi anti-apartheid dan mantan presiden Afrika Selatan, Mandela semasa ia masih hidup dalam penjara.

Mengisahkan awal-awal perjuangan Mandela (Idris Elba) di tahun 1940-an, ketika ia masih menjadi pengacara dan aktivis pergerakan African National Congress. Diceraikan oleh istri pertamanya, Evelyn, Mandela nyaris tak pernah di rumah.
Di bawah pemerintahan apartheid yang tiran, Mandela dan teman-teman pergerakannya menjadi incaran pemerintah. Dibawa ke pengadilan, ia mendapatkan vonis hukuman seumur hidup.

Film ini juga  menggambarkan kisah cintanya dengan Winnie Madikizela (Naomie Harris). Setelah suaminya masuk penjara, Winnie, ibu dua anak yang  masih kecil-kecil ini menjadi wanita tangguh yang melanjutkan perjuangan Mandela. Digambarkan, Winnie tak gentar sedikit pun meski ia beberapa kali sempat diseret dan mendekam pula di penjara, meninggalkan anak-anaknya.
 

Steve Jobs (2015)
 
Berdasarkan kehidupan Apple Inc pendiri Steve Jobs. Film ini disutradarai oleh Danny Boyle, dan scenario ditulis oleh Aaron Sorkin (dengan skenario diadaptasi baik dari Walter Isaacson 's, biografi Steve Jobs, serta dari wawancara yang dilakukan oleh Sorkin).
 
Film ini menceritakan kisah hidup Steve (Michael Fassbender), pria yang membangun karier dari rasa ingin tahunya. Dia melakukan revolusi pada dunia komputer hingga meluncurkan ketiga produk ikoniknya, dan salah satu yang dikisahkan dalam film ini adalah rilisnya iMac.
 
Dibintangi juga oleh Kate Winslet  yang memerankan asisten Steve yang loyal, Joanna. (f)

 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?