Cinta Yang Marah
Aan Mansyur/Gramedia
Dalam buku berisi 21 puisi ini, Aan Mansyur sukses menggambarkan kepedihan hidup tokoh utama yang disebut Si Aku. Dalam buku ini, Aan cukup humoris dengan menyelipkan kelucuan yang bukan sekadar plesetan. Misalnya, pada bagian sajak yang menggambarkan kebahagiaan seorang kakek dan nenek yang mengamati uban dan gigi, serta menjawab pertanyaan lucu cucunya. Pada beberapa bagian Aan juga melontarkan kritik sosial tentang modernisasi, korupsi, perselingkuhan artis, serta kekakuan lembaga agama.
Ngelencer ke Yogyakarta
Vindex Tengker / Gramedia
Someday
Winna Effendi / Gagasmedia
Buku ini mengisahkan tentang seorang wanita muda yang memiliki mimpi serta harapan yang besar. Dengan perawakan tomboi dan penampilan yang biasa saja, ia bersikeras tidak percaya pada cinta. Namun, di balik semua itu, ia menyimpan keinginan besar untuk menemukan cinta sejatinya. Buku ini seakan mengukuhkan anggapan bahwa tidak semua yang kita harapkan dapat berjalan sesuai keinginan. Bahwa terkadang kita menetapkan hati pada orang yang salah, hingga kemudian jatuh dan terluka.
Trik Juara Mengatur Waktu
Zivanna Letisha/ Gagasmedia
Dalam buku setebal 212 halaman, wanita yang akrab dipanggil Zizi ini berbagi pengalaman dan kiat sukses mengatur waktu. Dikenal sebagai wanita yang supersibuk, Zizi berbagi cerita bagaimana membuat perencanaan yang baik, mengintip kebiasaan orang yang produktif, hingga berbagi formula rahasia untuk dapat memaksimalkan tiap menit yang kita miliki. Makin pandai mengelola waktu, makin dekat dengan mimpi-mimpi kita. (f)
Topic
#bukumingguini