Hadiah untuk Sang Putri
“Anak saya gemar dibacakan cerita. Saya ingin dia membaca karya ibunya, tanpa harus menunggu usianya cukup untuk membaca karya-karya saya yang umumnya untuk dewasa,” ujar wanita yang juga punya ketertarikan yang besar pada puisi ini. Sementara di pasaran, ia melihat karya sastra anak di Indonesia masih sangat terbatas. Padahal, menumbuhkan minat baca harus dimulai sedini mungkin.
Januari 2018 ini, keinginannya terwujud. Buku novel anak-anak berjudul Mata di Tanah Melus diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Tak hanya menjadi langkah awal untuk mengenalkan novel kepada putrinya, menulis novel anak juga memberi pelajaran bagi Okky. “Menulis novel untuk anak juga menjadi upaya saya untuk terus memperluas kreativitas dan imajinasi. Setelah menghasilkan 5 novel dan 1 kumpulan cerita, saya perlu mengambil jeda dari karya-karya terdahulu agar tidak terperangkap di zona nyaman.”
Masih banyak ide liar yang berlari-lari di otaknya. Okky memang tak pernah bisa diam. Selalu ada saja proyek yang sibuk ia lakukan atau terlibat dalam berbagai kegiatan sebagai wujud kontribusinya pada dunia sastra.
Sejak 2 Januari 2018, ia berangkat ke Singapura untuk menghabiskan waktu selama satu semester mengajar di National University Singapore. “Saya mendapat tawaran sebagai visiting fellow dari NUS untuk mengajar beberapa mata kuliah, sekaligus akan menulis karya selama tinggal di sana,” katanya. (f)
Baca Juga:
Marini Putri Habibie, Guru Memasak Raisa, Yang Punya Trik Ampuh Membuat Anak Melek Gizi
Avip Priatna, Kuatkan Nasionalisme Indonesia Lewat Ruang Musik Asyik
Putri Intan Permatasari, Merintis Keroncong Rasa Muda
Topic
#profil, #okkymadasari, #sastra