Awalnya Lulut hanya ingin menampung portofolionya sebagai freelance stylish. Namun begitu pemilik fashion blog When Black Meets Beige ini bekerja sebagai fashion editor di salah satu perusahaan retail, malah semakin giat nge-blog juga.
Uniknya lagi, Lulut yang punya kebiasaan belanja online akut justru nggak berteman dengan kartu kredit. Simak, deh, obrolan CC bareng cewek 22 tahun yang merupakan lulusan Manajemen Informasi & Dokumen, Universitas Indonesia ini.
Komentar kamu saat blog When Black Meets Beige tampil di sini (www.citacinta.com)?
Keren! Itu tandanya saya diperhatikan. Dianggap sebagai fashion blogger oleh CC, tuh, seperti sebuah reward dan pengakuan. Ini prestasi buat saya.
Saat blog walking, di blog kamu ada satu spot foto yang sering muncul. Jangan-jangan itu spot favorit?
Hahaha, sebenarnya bukan spot favorit, kan, itu balkon rumah. Kalau sudah dandan rapi mau pergi, sayang aja kalau nggak difoto. Semua jepretan di balkon diambil oleh mama. Begitu ketemu teman-teman, ya, biasanya foto-foto lagi, hehehe.
Ini sebuah komitmen karena saya punya relationship dengan readers yang harus diberi asupan. Apalagi salah satu job desc saya di kantor, tuh, nge-blog juga, jadi harus mikirin dua blog sekaligus, perusahaan dan pribadi. Kalau pribadi, selalu saya sempatkan nulis seminggu dua kali.
Visitor terbanyak dari mana?
Pertama Indonesia, Amerika, lalu Australia. Sejauh ini lumayan, sebulan bisa dapat dua sampai tiga endorser dari dalam dan luar negeri. Tiap bulannya beda-beda, sih.
Gimana cara dapet endorser?
Kalau dari luar negeri, tuh, enaknya nggak lihat jumlah follower. Biasanya mereka lebih lihat ke style orangnya dan langsung kontak. Beda dari Indonesia, deh.
Sharing, dong, bayaran pertama saat jadi fashion blogger?
Saat itu review produk dan dapet Rp 500 ribu per posting. Pernah juga ditawari online store dari Inggris untuk review 100 produk mereka dengan bayaran 25 dolar per produk. Tapi karena nggak punya PayPal dan waktunya nggak cukup, saya lepas.
Wah, sayang banget ya...
Iya, sih. Selain nggak punya PayPal, sampai sekarang saya juga bertahan nggak mau pakai kartu kredit. Soalnya takut kebablasan dan kalap. Terutama takut bikin ortu bangkrut, hahaha.
Sebagai fashion blogger, punya beban harus selalu tampil stylish?
Nggak, sih. Cuma kalau mau foto doang, hehehe. Kalau ada acara aja baru dress up, kalau keseharian nggak seheboh itu.
Boleh tahu berapa bujet belanja sebulan?
Hmmm… lebih baik saya yang nggak makan daripada lemari ‘nggak makan’, hehehe. Kisaran Rp 2 juta, tapi tetap masih bisa makan enak, deh.
Paling sering shopping di mana?
Online shopping. Ada kepuasan dan sensasi tersendiri saat menerima paket yang masih dibungkus rapi. Sama seperti kepuasan kalau pulang dari mal bawa tentengan. Buat saya, belanja adalah untuk kepuasan, dan kayaknya saya sudah akut kayak penyakit! Jadi, nih, kalau belanja nggak lihat fungsi lagi, hihihi. Banyak banget baju yang saya beli tapi sampai sekarang belum dipakai.
Online shopping favorit?
Asos.com, Romwe.com, O-mighty.com, Ebay.com, dan Thescarletroom.com
Selama jadi fashion blogger, undangan acara apa yang paling berkesan?
Saat Jakarta Fashion Week 2013. Dari 10 hari acara, saya datang delapan hari. Kalau lagi bosan di bangku penonton, saya duduk di area fotografer yang langsung menghadap ke runway. Di sana saya bisa kenalan, ngobrol, dan sharing dengan banyak fotografer. Seru banget! (NAD/FOTO:PRIBADI)