Melawan ‘Tradisi’
Tapi Achie berani memberontak pada tradisi hardcore! Lupakan tampang wanita berwajah garang, rambut acak-acakan, celana belel, dan atribut lain yang umumnya menempel pada musikus hardcore. Di atas panggung, bungsu dari dua bersaudara ini selalu memakai hijab, kaus lengan panjang, dan celana jeans panjang.
Apakah ia takut menjadi berbeda? “Nekat saja! Memangnya apa salah saya? Saya tidak ada bedanya dengan wanita muslim lain yang menyanyi lagu pop. Jadi, kenapa saya harus menutupi jati diri saya?” tanya Achie.
Memang, ada pergulatan batin di awal ia memutuskan berhijab. “Jangankan berjilbab, wanita yang menjadi vokalis di genre musik ini saja jumlahnya sangat jarang,” katanya. Achie juga mengaku bahwa ia sempat ragu ketika manggung untuk pertama kalinya memakai hijab di GOR Saparua Bandung. Tapi, ia mengakalinya dengan memakai jaket hoodie.
Benar saja, banyak fans kaget. Bahkan, ada yang nyeletuk mengatakan bahwa sebaiknya Achie pergi mengaji saja. “Saya cuek dan tetap tampil seprofesional mungkin,” kata Achie. Ia juga mengabaikan kebingungan anggota band-nya ketika berlatih pertama kali dengan penampilan barunya. Ada personel yang sempat bilang, ”Kumaha 'nya?” atau “Bagaimana, ya?” Toh, tak ada yang berani memintanya melepas hijab.
Achie jalan terus dengan pilihan hidupnya tersebut. Ungkapan yang lumayan justru datang dari pengajar agama ketika ia diundang dalam sebuah diskusi. “Beliau bilang, haram hukumnya bagi seorang wanita menyanyi. Saya menghargai pendapatnya, sebatas itu saja. Mindset-nya kan berbeda,” ujar Achie.
Istri Hari Gartika (38) dan ibu dari Runa (10) dan Rigar (4) ini membuktikan bahwa sikap gahar dan keras di atas panggung bukanlah jaminan bahwa ia antisosial, tak punya cinta atau kelembutan. “Saya adalah seorang ibu dan guru TK. Tiap pagi saya mengurus suami dan anak sampai mereka berangkat dari rumah, lalu pergi mengajar mulai dari pukul 07.30 hingga 14.00. Saya juga ikut arisan ibu-ibu perumahan dan ikut pengajian rutin,” kata Achie lagi.
Saat mengajar, ia adalah ibu guru yang gemar memakai baju warna-warni, bahkan baju berwarna pink! “Sebetulnya, saya justru lebih shock saat memakai warna pink, tapi inilah salah satu peran saya sebagai ibu guru. Setelah selama 12 tahun menjalani peran ini, saya makin terbisa menerima dan menikmatinya.”
Namun, belakangan fans Gugat tidak menemukan Achie di atas panggung. Apakah ia berhenti? Achie mengatakan, ia sempat berniat mundur dari Gugat, tapi kawan-kawannya meminta agar ia rehat saja.
“Saya kena GERD (penyakit saluran pencernaan akibat asam lambung naik ke esofagus -Red) dan ternyata efek penyakit ini berpengaruh juga terhadap mental atau kejiwaan penderitanya, yaitu mudah cemas, takut keluar rumah,deg-degan saat melihat orang banyak, dan terlalu peka atau tidak senang pada suara bising,” kata Achie. Kondisi ini membuat Achie mengurangi banyak kegiatan, termasuk aktivitas bermusiknya.
Semoga Achie segera pulih dan kembali menggetarkan panggung. (f)
Baca Juga:
Nararya Soeprapto, Pria Adalah Sekutu Kesuksesan Wanita
Kartini dari Maumere: Menginisiasi PAUD untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Mouly Surya, Film Adalah Panggilan Hidup
Topic
#profil