“Pertama kali menyelam rasanya kayak masuk ke dunia lain; senang, deg-degan, tapi sekaligus bikin jatuh cinta sama apa yang ada di bawah sana,” ujar Ribka kepada Femina melalui email.
Ia lebih dulu berprofesi sebagai seorang penyelam ahli yang kini berbasis di Gorontalo, sebelum serius menekuni fotografi bawah laut sejak tahun lalu.
“Begitu pertama bawa kamera, rasanya mata makin terbuka: Banyak detail kecil di bawah laut yang kalau nggak difoto atau didokumentasikan, orang nggak akan tahu. Sejak itu, (hal ini) jadi semacam panggilan (dari aku) buat bikin orang lain bisa ‘lihat’ dan peduli juga,” cerita Ribka, tentang pengalaman pertamanya memotret bawah laut.
Ribka mengisi hari-harinya dengan memandu trip scuba diving ke berbagai destinasi di Indonesia, sambil menangkap keindahan bawah laut dengan kameranya.
Pada 9 Juli lalu, karyanya berjudul Sanctuary in the Coral Maze berhasil meraih People's Vote Award di kategori Underwater (Non Professional) pada Color Photography Contest - reFocus Awards 2025. Foto itu juga mendapat Honorable Mention untuk kategori Underwater (Non Professional) dan Wildlife (Non Professional).
Suatu prestasi membanggakan, apalagi partisipasi Ribka di reFocus Awards ini adalah pertama kalinya ia ikut kompetisi fotografi internasional.
Foto yang menampilkan tingkah laku menggemaskan seekor penyu di antara gerombolan terumbu karang warna-warni itu diambil Ribka di bawah laut Bunaken, salah satu surga bawah laut di planet ini.
Momen ini membuat Ribka, yang juga pemilik Gorontalo Dive Center dan Meraki Dive, ingin terus menangkap keindahan bawah laut Indonesia dan memperlihatkannya kepada dunia.
“Tujuannya nggak cuma foto cantik, tapi gimana caranya foto-foto ini bisa ‘bicara’ untuk mewakili suara laut,” kata Ribka.
Ribka juga merekomendasikan spot menyelam untuk pemula dan spot tercantik di lautan Indonesia yang wajib dicoba.
“Underrated banget. Arusnya aman, karang dan schooling fish (ikan yang bergerombol) oke banget. Bonusnya bisa lihat Whaleshark dan Salvador Dali Sponge, koral yang hanya ada di Gorontalo.”
2/ Taman Laut Bunaken
“Banyak spot gampang diakses, dan surganya penyu.”
3/ Bali
“Dive center lengkap, dive site sangat friendly untuk pemula, dan di Nusa Penida kita bisa lihat manta.”
Jika kamu sudah memiliki lisensi dan berpengalaman menyelam, Ribka merekomendasikan spot yang lebih menantang:
1/ Komodo
“Banyak manta, schooling fish, dan karang sehat banget.”
2/ Alor
“Visibility terbaik, topografi dramatis.”
3/ Banda
“Ikonik dengan schooling hammerhead (kalau hoki!), dan sangat terjaga.”
Pastinya masih banyak lagi spot menyelam di bawah laut Indonesia yang begitu indah dan sulit dilewatkan.
Makin banyak orang yang bisa merasa dekat sama laut dan mau menjaganya bersama-sama jadi cita-cita Ribka; dan kita juga, tentunya.
Zornia Harisantoso