Foto: Shinta Meliza
Sepuluh tahun lebih menjadi nutrisionis, berbagai jenis klien pernah ia hadapi. Tapi, siapa pun kliennya, ia akan menjelaskan tentang perbedaan ahli gizi dengan dokter. “Kalau dokter itu memperbaiki, kalau ahli gizi lebih ke memberi saran, tindakan preventif dengan mengubah gaya hidup,” kata Jansen, tegas.
Biasanya, pada saat konseling Jansen akan melihat pola makan, olahraga, dan kebiasaan dari klien yang sedang ia tangani. “Agar lebih efektif, tiap bertemu dengan klien saya mulai dengan menanyakan masalah mereka. Dari sini saya baru memberikan saran bagaimana mengubah gaya hidup lebih sehat. Selain itu, pengalaman klien juga menjadi ide menarik untuk bahan tulisan saya, baik untuk media massa maupun untuk website,” jelas Jansen.
Jansen mengklaim hampir 90% klien yang datang kepadanya sukses menjalankan hidup sehat yang ia sarankan. “Saya melihat mereka berhasil karena punya semangat besar untuk belajar. Saya membantu mereka untuk memahami manfaat positif dari hal-hal yang saya sarankan,” katanya.
Walaupun begitu, berdasarkan pengalamannya, Jansen melihat kendala terbesar masyarakat untuk menjaga tubuh tetap sehat adalah minimnya keinginan untuk berolahraga. Itulah sebabnya, meski diakui Jansen saat ini masyarakat makin teredukasi tentang gaya hidup sehat, ia tidak ingin berhenti untuk menyebarkan virus sehat lewat pola makan dan olahraga.
Februari lalu, Jansen membuka pusat kebugaran Fitness Embassy di kawasan Kebayoran Baru. Meski baru memiliki satu cabang, pusat kebugaran miliknya ini tampil beda, dengan privasi anggotanya. “Dengan konsep ini, seseorang akan mendapatkan latihan sendiri yang fokus, sehingga tujuannya lebih cepat tercapai,” jelasnya. Beberapa selebritas menjadi anggota Fitness Embassy, seperti Abimana Arya, Arifin Putra, dan Tara Basro.
Tidak cukup puas dengan tiga proyek yang sudah ada, tahun ini Jansen berencana untuk membuka Diploma Fitness yang merupakan pusat pendidikan lanjutan bagi para trainer. Juga Goifex yang merupakan pameran makanan sehat dan alat olahraga yang akan diadakan pertengahan Agustus nanti. “Kami akan mendatangkan master trainer dari Amerika Serikat yang namanya masih dirahasiakan,” ungkap project leader Goifex ini.
Belakangan ini, Jansen juga sedang menggalakkan konsep rainbow eating, bekerja sama dengan salah satu kliennya. Konsep ini mengatur asupan bahan makanan ke dalam tubuh berdasarkan warna. “Terkadang, orang susah menghafalkan kandungan gizi yang ada di tiap bahan makanan. Jadi, saran saya, akan lebih mudah mengonsumsi sayur dan buah dengan warna yang berbeda, karena tiap warna memberikan nutrisi dan vitamin yang berbeda pula. Konsep ini bukan untuk diet, tapi untuk menjaga kesehatan,” jelas penulis buku We Are What We Eat ini.
Kini, dengan segudang kesibukannya, Jansen tak pernah absen menjalankan hidup sehat dan berolahraga minimal 3 kali seminggu. Ia juga terbiasa mengatur asupan makanan dengan memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh, menghindari makanan yang digoreng, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta tidur cukup. “Dari sekian banyak jenis olahraga, saya paling sering melakukan olahraga weight training karena dapat membangun kekuatan tubuh sehingga saya tak mudah lelah,” kata pria yang tengah sibuk menyusun buku tentang teknik dan panduan penggunaan alat-alat olahraga ini. (f)
Baca Juga: