Foto: Pixabay
Menurut perencana keuangan Eko Endarto, RFA, investasi lump sum berguna bagi orang yang tidak suka rutinitas. Sebabnya, tidak harus menyetor dana tiap beberapa waktu tertentu selama periode investasi. Cukup masukkan modal sekali ke dalam sebuah produk investasi, lalu diamkan sampai periode investasi tersebut selesai.
Misal, apabila Anda ingin berinvestasi selama setahun dengan menyetorkan dana Rp 500.000 per bulan. Dengan cara lump sum, Anda langsung membayar investasi Rp 6.000.000 sekaligus.
Lump sum akan menghasilkan keuntungan asal menggunakan produk keuangan yang bagus. Namun, memang diperlukan modal yang tidak sedikit. Kita bisa memperolehnya dari THR atau bonus, tuh. Lump sum juga sangat cocok untuk pengusaha, yang keuntungan bisnisnya bisa dijadikan dana investasi. Jenis investasinya beragam sehingga bisa dipilih sesuai kebutuhan.
“Hampir semua instrumen investasi bisa menjadi alat berinvestasi lump sum. Yang penting, ada dana yang langsung dibayarkan di awal berinvestasi dan tidak perlu lagi menambahkannya secara berkala,” tambah Eko.
Salah satu produk keuangan yang tidak cocok untuk investasi secara lump sum adalah tabungan berjangka. Sebab, jelas Eko, nasabah harus menyetorkan sejumlah dana yang tetap jumlahnya dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai. (f)
Baca juga:
Beberapa Pertimbangan Sebelum Membeli Mobil
5 Rahasia Keuangan Seimbang
Ini yang Bisa Anda Lakukan Jika Perusahaan Tidak Menyediakan Bonus dan Dana Pensiun
Topic
#aturgaji