Foto: Fotosearch
"Pertama, lihat kebutuhan Anda. Utang tetaplah utang meski bunga yang dibebankan kecil. Jangan digunakan untuk kegiatan dan pembelanjaan yang konsumtif."
Misalnya pinjaman digunakan untuk memiliki mobil kedua. Hal ini membuat beban utang makin tinggi, harus membayar utang pada perusahaan plus biaya perawatan mobilnya.
"Lihat kondisi keuangan Anda sekarang. Mampukah Anda membayar cicilan tiap bulan? Apakah Anda masih memiliki alokasi dana untuk berutang?" tambah Eko.
Perlu diingat, maksimal alokasi pengeluaran bulanan untuk membayar utang adalah 30%. Bila lebih dari 30%, berarti ada alokasi lain yang mesti dikurangi. Serta, jangan sampai alokasi tabungan yang dikorbankan.
Terakhir, ingatkan diri Anda apakah ada rencana pindah kerja? Sebelum keluar dari perusahaan, biasanya Anda diwajibkan melunasi seluruh utang. Memang ada beberapa perusahaan yang menerima take over utang kita, tapi, banyak juga yang menolak. (f)
Baca juga:
Tidak Mau Gaji Bulanan Habis? Saatnya Berinvestasi!
Pertimbangan Sebelum Memilih KPR
Momen Tepat untuk Top Up Investasi Unit Link
Topic
#fasilitaskantor