Foto: Pixabay
Yang juga nggak boleh dilupakan adalah memiliki asuransi kesehatan. Setidaknya, Anda harus mendaftarkan diri untuk BPJS Kesehatan. Biasanya, sih, perusahaan sudah mendaftarkannya langsung atas nama Anda. Bagaimana dengan asuransi jiwa? Perlukah Anda memilikinya meski masih berstatus lajang? Memang, di situasi seperti ini asuransi jiwa bukanlah kewajiban karena belum ada anak yang ditanggung. Namun, memiliki asuransi jiwa sejak dini dapat memberikan beberapa keuntungan.
Misalnya, premi yang dibayarkannya tiap tahun cenderung lebih kecil. Soalnya, perusahaan asuransi akan menganggap Anda yang berusia muda masih jauh dari risiko meninggal dunia. Hasilnya, dengan jumlah pertanggungan di atas Rp1 miliar, maka bisa saja premi Anda per tahunnya di bawah Rp5 juta. Semakin berumur Anda, maka preminya akan makin besar.
Jadi, cobalah atur pembagian gaji. Jika setelah menyisihkan pengeluaran wajib, dana darurat, dan investasi masih ada dana tersisa, maka bisa Anda alokasikan untuk asuransi jiwa. (f)
Baca juga:
Berpikir untuk Resign Sebelum Mendapatkan Pekerjaan Baru? Pastikan 3 Hal ini untuk Keuangan Anda!
Ini Tipe Investasi Reksa Dana yang Diminati Masyarakat
Sebelum Memilih Asuransi, Kenali Dulu Istilah-Istilahnya
Topic
#asuransi