Dok. Pixabay
UKM Siap Ekspor
Seperti yang disampaikan oleh Ari, bahwa kondisi saat ini kita berada dalam posisi ‘buyer’s market’. Yaitu kondisi dimana kita harus mengikuti apa yang diinginkan oleh pelanggan kita.
“Inilah mengapa teman-teman UKM harus bisa beradaptasi dengan pasar dan sesuai dengan pasar yang dituju. Perubahan perilaku konsumen itu harus tetap kita pantau dari hari ke hari,” jelasnya.
Diingatkan olehnya, bahwa yang perlu diketahui para pelaku usaha adalah karakteristik pasar dari masing-masing negara yang dituju seperti apa. Setelahnya, maka penting untuk melakukan adaptasi-adaptasi tertentu pada produk yang akan diekspor.
“Produk yang selama ini kita anggap bagus belum tentu sesuai dengan selera pasar. Maka mau tidak mau atau suka tidak suka, produk kita harus berubah mengikuti apa yang disukai pasar,” ujar Ari menekankan. Inilah mengapa penting kemampuan beradaptasi harus dimiliki oleh para pelaku usaha.
Bukan hanya perlu tahu bagaimana cara beradaptasi dengan pasar melalui inovasi produk atau mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh masing-masing negara tujuan, menurut Ari bagi para pelaku usaha yang berorientasi ekspor penting juga untuk menaruh perhatian yang serius pada langkah promosi.
“Karena bagi UKM mungkin dana untuk promosi sangat terbatas, maka jangan sampai langkah promosi hasilnya akan sia-sia kalau tidak dilakukan dengan persiapan,” jelasnya lagi.
Terlebih lagi di situasi seperti saat ini, dimana pandemi COVID-19 menjadikan ruang gerak promosi kian terbatas. Mendorong para pelaku usaha untuk berkonsentrasi mengarahkan promosinya secara digital.
“Melakukan promosi secara digital saat ini adalah keniscayaan. Mau tidak mau sekarang para pelaku usaha harus bisa memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi,” paparnya.
Seperti yang disarankan oleh Ari, bahwa para pelaku usaha bisa menyampaikan cerita dari setiap produk yang ditawarkan sebagai salah satu skema promosi di media sosial. Misal, jika produknya adalah produk perawatan kecantikan alami, maka bisa menceritakan tentang keuntungan dari bahan-bahan natural dalam story telling di media sosial.
Sejak tahun 2019, Wanita Wirausaha Femina telah bekerjasama dengan #SheMeansBusiness Facebook menggelar workshop untuk UMKM wanita di kota-kota di Indonesia. Tahun ini, mengikuti kondisi masyarakat, workshop offline tersebut berpindah platform, dilaksanakan di ruang digital lewat Facebook Live di Facebook Page Wanita Wirausaha Femina.
Diharapkan melalui berbagai talkshow virtual yang diadakan dengan menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif ini, dapat memberikan pengetahuan, jaringan, keterampilan serta teknologi yang dibutuhkan para wanita wirausaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka.
Dan Anda pun bisa mendapatkan keistimewaan untuk bergabung di Facebook Group Wanwir Mahir Digital, dimana menjadi wadah bagi wanita wirausaha untuk berjejaring dan mendapatkan ilmu-ilmu digital marketing baru guna mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Ayo segera gabung di FB Group Wanwir Mahir Digital, caranya:
1. Klik link di sini.
2. Klik permintaan JOIN GROUP
3. Lalu ISI DATA USAHA yang diminta (wajib diisi)
4. Klik Setuju (Agree) rules admin
5. Tunggu approval dari Admin Femina
BACA JUGA :
Ini Karakteristik yang Dibutuhkan Para Pebisnis dalam Menghadapi Masa Sulit
Mengintip Cara 3 Bisnis Sukses Terapkan Kampanye Sosial
Bisnis Berdampak Sosial Lebih Disukai, Ini Manfaatnya Bagi Bisnis Anda
Topic
#Corona, #newnormal, #ekspor, #wanwir, #facebook, #shemeansbusiness