Foto: Pixabay
1/ Bagaimana cara Anda melunasi pembayaran?
Apakah Anda mengambil sejumlah dana di tabungan, mencairkan investasi, atau bahkan menggunakan pinjaman untuk melunasi pembayaran barang mewah? Sebaiknya Anda tidak berutang dan tidak boleh mengorbankan dana darurat atau investasi hanya untuk mendapatkan barang mewah.
2/ Berapa lama Anda ingin menggunakannya?
Cari tahu berapa banyak uang yang bisa Anda dapatkan setelah menjual tas, sepatu, jam tangan, hingga perhiasan mewah ketika Anda tidak memerlukan atau tidak ingin menggunakannya lagi. Untuk Anda yang pertama kali membeli luxury fashion item, pertimbangkan untuk membeli di toko atau e-commerce yang memiliki kebijakan pengembalian barang, sehingga Anda bisa mendapatkan uang Anda kembali jika Anda berubah pikiran.
3/ Apakah Anda masih memiliki utang yang harus dilunasi?
Jika keinginan memiliki barang mewah melampaui kemampuan Anda dan membahayakan keamanan finansial karena masih memiliki utang yang harus dilunasi, carilah alternatif lain. Misalnya, menyewa atau meminjam barang yang ingin Anda pakai untuk beberapa waktu.
4/ Tidak punya utang berarti bebas membeli?
Tidak. Hanya karena Anda bebas dari utang, tidak berarti Anda bebas untuk menghabiskan uang. Sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar, jawablah pertanyaan ini. "Mungkin saat ini Anda mampu melakukan pembelian barang mewah, tetapi apakah Anda masih memiliki uang/dana jika sesuatu yang tak terduga terjadi?" Jika Anda mengangguk, berarti Anda sudah cukup siap secara finansial dan emosional untuk membeli barang mewah.(f)
Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Cleo.co.id
Baca juga:
Smartphone Jadi Alat Belanja Online Favorit Konsumen Indonesia
Tidak Tahan Selalu Ingin Belanja Online? Baca Ini!
4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Belanja Voucher Online
Fathia Fauzia
Topic
#barangmewah