Yuk, akali mitos yang salah seputar negosiasi gaji sebelum menyesal berkepanjangan....
Mitos #1
Minta terlalu banyak
Memang, sih, kadang ada perusahaan yang meminta kita untuk menyebutkan 'harga' saat melamar pekerjaan. Tapi bukan berarti, nih, permintaan gaji yang terlalu tinggi atau di bawah standar nggak dilirik.
Mereka sebenarnya cuma ingin tahu range gaji terbaru, meskipun sudah menetapkan nominal tertentu. Kalau memang kita qualified, perusahaan nggak bakal takut memanggil dan memberikan gaji sesuai permintaan kita, kok.
Mitos #2
Nggak ada pengecualian
Salah banget! Perusahaan bakal memberikan pengecualian menyangkut soal gaji dan kebijakan mereka, jika kita sebagai kandidat terbaik untuk mengisi posisi yang ditawarkan terlihat kurang berminat terhadap tawaran mereka. Sesekali jual mahal perlu, tuh, asal kita memang kompeten, he he he.
Mitos #3
Nggak boleh nego gaji
Justru pewawancara senang melihat kita berjuang untuk mendapatkan gaji sesuai kemampuan yang kita miliki. Nggak salah, kok, agak ngotot meyakinkan dia bahwa kita berhak dibayar lebih.
Mitos #4
Sekali rendah, tetap rendah
Jangan patah semangat seandainya gaji awal kita dulu di bawah rata-rata. Sekarang saatnya menunjukkan kalau kita sudah berkembang, baik dari segi pengalaman dan skill. Sehingga pantas memperoleh angka yang lebih manusiawi. Perusahaan sok menolak? Mungkin saatnya resign karena perusahaan nggak menghargai kemampuan kita.
Nego agar bergaji tinggi
Eits, negosiasi bukan hanya untuk memburu gaji setinggi langit. Kita juga kudu cerdas memperhitungkan bonus, tunjangan jabatan, asuransi dan fasilitas lain yang memperkaya gaji. Kalau dapat gaji tinggi tapi waktu kita banyak habis untuk lembur di kantor dan nggak punya me time? Pikir-pikir lagi, deh!
Mitos #6
Angka gaji selalu fixed
Ternyata gaji yang ditawarkan oleh perusahaan selalu bisa nego, tuh. Kalaupun perusahaan sudah menetapkan standar sehingga gaji kita hanya mengalami sedikit kenaikan, coba, deh, minta fasilitas lain atau binus agar paket kompensasi yang kita terima makin lengkap.
Mitos #7
Nominal gaji selalu tetap
Nggaklah.... Permintaan gaji yang lebih besar diloloskan perusahaan sebenarnya diperhitungkan dari penghasilan kita di perusahaan sebelumnya. Jika kita pasrah menerima gaji lebih rendah tanpa nego di perusahaan baru, pastinya bakal menyesal selama bertahun-tahun, tuh.
Mitos #8
Nggak matre = membuka peluang
Strategi meminta gaji sesuai standar cuma menyusahkan diri sendiri. Perusahaan bakal menilai kita kurang pede dan berharga, makanya dianggap nggak layak untuk direkrut. Di sisi lain, kalau perusahaan menyetujui permintaan kita, ya, biasanya justru bikin kita nggak puas dan selalu berandai-andai untuk minta gaji lebih tinggi, he he he.
Mitos #9
Setuju dengan penawaran terakhir A.S.A.P!
Kesalahan umum yang kita lakukan adalah menyetujui tawaran terakhir dari perusahaan. Alasannya: takut perusahaan menawarkannya pada orang lain. Sebenarnya anggapan ini nggak sepenuhnya benar, kok.
Lowongan bakal terus menunggu kita sampai akhirnya kita juga yang memutuskan untuk menolaknya. Kalau memang belum sreg, nggak ada salahnya minta waktu pada perusahaan untuk memikirkan tawaran akhir mereka. Asal nggak lebih dari 24 jam, ya!
Mitos #10
Menolak tawaran = gagal
Sekalipun kita menolak tawaran pekerjaan karena gaji tak sesuai standar kita, bukan berarti kita gagal. Jika perusahaan beneran berminat terhadap performa kerja kita, maka mereka juga akan mati-matian berusaha mempertahankan kita.
Misalnya dengan memenuhi permintaan kita walau dengan syarat. Misalnya, kita akan mendapat gaji sesuai kemauan kita setelah bekerja tiga bulan atau setelah target dari perusahaan terpenuhi. CC