Setelah putus, kita sering kali berpikir untuk tetap berhubungan baik dengan mantan. Yap, ide menjalin persahabatan memang terdengar lebih bijak daripada bermusuhan. Tapi, apa benar begitu? Unfortunately, the answer is no—terutama jika salah satu dari kita masih menyimpan rasa. Ini alasannya….
Harapan palsu
Berteman dengan mantan membuat kita berharap kelak bisa kembali jadian. Kalaupun bukan kita, bisa jadi si dia yang berharap. Persahabatan malah akan terasa seperti hubungan yang menggantung. Setiap saat, kita atau dia deg-degan menunggu kapan kembali jadian. Padahal, sih, belum tentu ending-nya begitu.
Tahan kontak fisik
Kita harus berjuang menahan diri untuk nggak tiba-tiba memeluk atau mencium pipinya ketika dia melakukan hal yang menyenangkan. Bahkan, sedikit saja kontak fisik, seperti bergandengan tangan, bisa bikin CLBK.
Mau saling memanggil nama seperti saat belum jadian bikin hubungan terasa kaku. Tapi, memanggil dengan panggilan sayang seperti saat masih jadian juga bikin awkward. Yang ada, kita malah seperti HTS-an.
Orang ketiga
Jujur, deh… kita pasti nggak akan rela si mantan dekat dengan wanita lain, apalagi jika curhat langsung kepada kita. Selalu ada konflik kepentingan yang bikin kita bawaannya ingin menjatuhkan si ‘orang ketiga’. Status mantan sebagai sahabat tetap membuatnya berada dalam posisi ‘milik’ kita.
Hilang kesempatan
Selama masih dekat dengan mantan, peluang kita untuk punya pacar baru akan tertutup. Pria mana yang mau mendekati wanita yang masih ‘menempel’ pada mantannya? Mereka pasti merasa akan dibanding-bandingkan. (FAI/FOTOSEARCH)