1. Lebih tua. Idealnya, minimal si dia tiga tahun lebih tua usianya dari kita. Cowok lebih tua nggak keberatan membangun komitmen yang serius, seperti yang dibutuhkan oleh cewek dominan. Sebaliknya pacaran dengan cowok yang lebih muda malah membuat kita gemas karena mereka masih doyan tarik ulur.
2. Cowok aktif. Cowok yang aktif di berbagai komunitas nggak ingin punya pasangan yang standar. Kebanyakan mereka ingin pasangan yang independen karena dianggap asyik diajak berdiskusi. Baginya, kita nggak akan protes dengan banyaknya kegiatan yang mereka lakukan, karena cewek dominan sama aktifnya. Bahkan bisa saja kita dan dia mendirikan komunitas baru yang lebih seru.
3. Si Mapan. Siapa bilang cewek dominan harus menghindari cowok yang juga dominan dan ambisius mengejar kariernya? Justru saat berhadapan dengan ‘sesama api’, kita akan mudah luluh dan menyadari kalau cowok butuh dukungan dan perhatian kita. Kita juga nggak akan banyak menuntut, pasalnya cowok mapan memiliki rencana hubungan jangka panjang.
4. Yes Man. Cek perilaku teman-teman dekat kita. Dari banyaknya cowok yang kita kenal, pasti ada yang cenderung menjadi penengah. Kita cocok dengan tipe ini, asalkan mau memberikan reward romantis pada momen-momen tertentu seperti hadiah saat Valentine.
5. Banyak tawa. Tanpa disadari, sikap dominan membuat kita terkesan kaku dan keras kepala. Cowok humoris akan membuat kita lebih rileks dan nggak mudah emosi. Sebaliknya dia pun nggak mudah tersinggung jika sedikit ‘diatur’ oleh kita.
Rahma
Foto: Fotosearch