Mulailah Hari dengan Ceria
Berdasarkan penelitian di Fisher College of Bussiness di Ohio State University, karyawan yang datang ke kantor dengan kondisi bad mood bisa mengurangi produktivitas bekerja sebanyak 10%. Seandainya kita mengalami kesialan sebelum berangkat bekerja, misalnya jadwal kereta ngaret atau berantem sama pacar, ciptakan suasana ceria dulu di hati. Sekadar ngobrol ringan bersama rekan kerja bisa jadi cara ampuh untuk membangkitkan mood.
Pilih Makanan Tepat
Kala beban pekerjaan sedang tinggi, lebih baik hindari makanan berat saat makan siang. Tapi nggak berarti memilih camilan, ya. Ahli diet kebugaran di Houston menyarankan agar kita mengonsumsi tiga makanan ringan dan dua kali snack selama bekerja. Cadangan energi harus pas, biar nggak ngantuk atau malah kelaparan.
Buatlah daftar pekerjaan, lalu tempel di tempat yang mudah terlihat. Daftar ini dapat membantu kita menentukan prioritas pekerjaan. Kalau kita bisa memaksimalkan waktu, otomatis pekerjaan jadi lebih cepat selesai.
Jeda Sesaat
Saat deadline mulai dekat, nggak berarti kita harus terus bekerja tanpa henti. Break lima menit untuk menikmati teh sebelum bekerja. Hal ini akan memberikan ruang bagi otak sehingga siap diisi kembali. Berhubung kapasitas otak terbatas, memaksakan diri bekerja justru membuatnya tidak berfungsi optimal. So, sesibuk apa pun, jangan pernah makan siang di meja kerja.
Menyeimbangkan Beban Pekerjaan
Setiap tugas kadang membutuhkan tingkat konsentrasi berbeda-beda. Biasakan untuk memilah-milah pekerjaan menjadi dua kategori: pekerjaan ringan dan pekerjaan intensif. Contoh pekerjaan ringan yaitu menelepon orang atau mengirim e-mail ke beberapa klien, sedangkan pekerjaan intensif bisa berupa tugas-tugas menajemen atau menyiapkan presentasi. Sebaiknya luangkan waktu lebih banyak untuk mengerjakan pekerjaan intensif, lalu selingi sekitar 15-30 menit untuk menyelesaikan pekerjaan ringan. Dengan begini, kita bisa menyelesaikan beragam pekerjaan tepat waktu. (GIE/CITACINTA)