Cari tahu, deh, hal apa saja yang bikin Anda enggan untuk tinggal di perusahaan sekarang. Apakah memang faktor perusahaan, atau justru diri Anda? Sudahkah Anda mencoba alternatif lain agar bisa tetap bekerja tanpa perlu resign? Contohnya, minta tugas berbeda jika Anda merasa jabatan sekarang tidak menantang.
Siapkan keberanian
Untuk resign, tuh, dibutuhkan mental kuat. Soalnya, nih, Anda akan meninggalkan hal yang Anda kuasai—mulai dari pekerjaan hingga rekan kerja yang dikenal—untuk mencoba sesuatu yang baru. Pastikan diri Anda siap untuk belajar lagi dan beradaptasi terhadap hal-hal baru.
Mantapkan finansial
Yap, apalagi jika Anda belum mendapatkan pekerjaan pengganti. Idealnya, nih, Anda menyiapkan dana setidaknya sebesar tiga bulan gaji untuk menghidupi Anda (jaga-jaga jika Anda jadi pengangguran). Walau ada yang namanya dana pensiun dari kantor, jika niat resign kita tetap mesti hidup hemat dan banyak menabung.
Berburu dini
Menurut Helena Larson, career coach dan director dari Right Start Career Counseling di Sydney, Australia, seseorang akan lebih mudah menemukan pekerjaan baru saat dia masih bekerja. Dengan begitu, nggak ada jadwal bolong di CV nantinya. Apalagi, nih, siapa tahu Anda bisa mendapatkan pekerjaan baru dari klien perusahaan sekarang. Networking memang memegang peranan penting!
Walau nggak lama lagi resign, Anda tetap dituntut untuk bekerja maksimal di perusahaan sekarang. Jagalah hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan karena mereka akan menjadi referensi Anda nantinya. Yang nggak kalah pentingnya: hindari resign secara mendadak agar perusahaan punya waktu untuk mencari pengganti Anda.
Komunikasi
Saat memberikan surat pengunduran diri, ungkapkan alasan Anda resign pada bos—jangan main cabut. Tentunya, nih, ucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan pada Anda selama ini. Intinya, sih, tinggalkan kesan bagus di mata mereka, bukan kesan negatif.
Jangan menjelekkan
Mengungkapkan kekurangan mantan bos atau manajemen perusahaan yang cupu akan membuat nilai Anda jatuh di mata calon bos. Pilih alasan lain yang lebih berbobot—seperti ingin mendapat tantangan baru atau ingin meningkatkan kemampuan di bidang tertentu.
(VINI DAMAYANTI/FOTO:FOTOSEARCH)