1. Matikan notifikasi e-mail pada smartphone. Anda tidak perlu mengetahui e-mail apa saja yang masuk sebab bisa meningkatkan stres karena belum membaca, membalas, atau apa pun yang disebutkan dalam e-mail tersebut.
2. Hindari multitasking. Saat sedang mengerjakan sesuatu, tidak perlu sekaligus membuka e-mail yang belum dibaca pada tab browser Anda—dengan harapan akan dibaca sambil mengerjakan tugas lain. Multitasking malah menghambat produktivitas dan meningkatkan stres pada otak, tuh.
3. Tentukan jadwal cek inbox e-mail Anda. Misal, hanya dua atau tiga kali pada waktu-waktu yang sama setiap harinya. Menjadwalkan inbox membantu Anda lebih fokus mengatur, baca, dan membalasnya.
4. Kosongkan inbox Anda. Cara ini membantu Anda lebih fokus mengerjakan tugas-tugas lain daripada hanya memandang e-mail lama yang sudah dibaca. Bila tidak mau menghapusnya, tempatkan e-mail tersebut pada folder-folder terpisah. Jadi, Anda bisa merespons atau membaca saat sedang ada waktu.
5. Lebih selektif menambahkan daftar orang yang akan dikirimi e-mail. Tidak perlu berlebihan menggunakan ‘cc’ dengan menambahkan jumlah orang yang ingin dikirimi e-mail—padahal tidak perlu. ‘Percakapan’ dengan si cc dapat membuyarkan konsentrasi kerja Anda karena keinginan cek e-mail yang baru masuk.
6. Saat cek inbox di waktu yang sudah dijadwalkan, langsung balas e-mail yang hanya memerlukan waktu dua menit atau kurang untuk meresponsnya. E-mail yang butuh waktu lebih dari itu untuk direspons sebaiknya dipindahkan ke folder ‘butuh follow up’—atau apa pun namanya. Dijamin Anda bakal lebih fokus saat membalasnya karena tidak terburu-buru. (MEI/FOTOSEARCH)