Money
6 Kebiasaan Buruk Finansial yang Harus Dihilangkan

2 Jan 2016

Merasa resolusi keuangan Anda setiap tahunnya nggak pernah tercapai? Tenang, Anda nggak sendirian. Berdasarkan survei Fidelity Investments, 6 dari 10 orang membuat resolusi keuangan yang sama setiap tahun karena selalu gagal mewujudkannya. Tapi, tetap nggak ada salahnya mencoba lagi tahun ini. Berikut beberapa kebiasaan buruk finansial yang harus dihilangkan.


 

Cuek dan Pasif
Kebiasaan cuek bisa terlihat ketika Anda nggak mau tahu secara mendetail produk keuangan yang sudah dimiliki. Contohnya, Anda pasrah menerima beragam tawaran kartu kredit atau produk keuangan tanpa mencari tahu apakah sesuai kebutuhan. Conton lain, nggak berinisiatif bertanya atau minta bantuan ketika merasa keuangan Anda bermasalah. Padahal jika didiamkan, kondisi keuangan Anda bisa semakin buruk.
           
Berutang
Jika sudah terbiasa berutang, Anda kemungkinan besar nggak hanya berhenti pada kartu kredit. Anda bisa tergiur fasilitas kredit tanpa agunan (KTA) yang mudah didapatkan atau berutang kepada perusahaan. Semua dilakukan karena tidak adanya uang tunai atau tabungan. Pada saat cicilan utang sudah di atas 35 persen dari penghasilan, keuangan Anda mulai memasuki tahap tidak sehat.
 
Tidak membuat anggaran
Advertisement
Agar tahu jumlah pasti pengeluaran wajib setiap bulan, biasakan membuat daftar anggaran. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan jumlah uang yang masih bisa digunakan.
 
Mudah terpancing diskon
Potongan harga memang memberikan keuntungan bagi pembeli. Namun, diskon juga akan membuat Anda membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Jadi, lebih bijaklah menghadapi serbuan sale—termasuk yang ada di beragam situs daily deals.
 
Membelikan hadiah mewah
Ketika orang-orang terdekat ulang tahun tentunya Anda ingin memberikan hadiah mewah sebagai bentuk rasa sayang. Namun jika memang Anda nggak sanggup membelinya, jangan memaksakan diri menguras kantong, kecuali Anda sudah menyisihkan uang dari beberapa bulan sebelumnya.
 
Membandingkan dengan Orang Lain
Rasa nggak puas akan membuat Anda  terpancing untuk bersaing dengan orang lain dan sering kali nggak disertai kemampuan ekonomi yang memadai. Misalnya, Anda jadi tergiur membeli smartphone yang lebih keren dari milik rekan kerja dengan menggunakan kartu kredit. Langkah awal untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini adalah tidak mudah mengeluh. Cobalah puaskan diri menerima jumlah penghasilan Anda sekecil apa pun.

Fanny Indriawati
Foto: Fotosearch



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?