Meski nggak bekerja di perusahaan penerbitan, kita tetap wajib memperhatikan susanan kata saat mengirim email ke klien. Pastikan kalimat diawali dengan huruf besar, ejaan tiap kata sempurna, dan hindari menyingkat kata seperti saat kita mengirim Whatsapp atau SMS. Tata bahasa yang kacau akan membuat klien ragu dengan kemampuan bekerja kita, tuh.
Salah sapa
Maksudnya, nih, jangan sampai kita khilaf menyapa seseorang dengan Ibu, padahal seharusnya Bapak. Memang, sih, ada beberapa nama yang rancu alias bisa menjadi nama perempuan atau laki-laki. Kalau begini, kita harus mencari tahu kepastiannya. Yang juga nggak boleh dilupakan: tulis nama besar klien atau bos dengan diawali nama besar.
Tanda seru dan emoticon
Reply all
Jika hanya punya kepentingan pada satu orang, cukup membalas email dengan reply daripada reply all. Kita sendiri nggak mau, kan, menerima email yang nggak ada kepentingannya dengan kita. Yang ada, nih, orang-orang yang juga menerima email kita akan mendiskusikan isi email kita dengan rekan lainnya. Lain halnya, jika kita mau menerima respon dari banyak orang sekaligus, Baru, deh, reply all!
Kutipan filosofis
Sekali melihat kutipan bijak di email mungkin nggak mengganggu. Tapi kalau terus-terusan? Jangan menulis kutipan filosofis panjang dan menjadikannya sebagai template. Coba posisikan diri kita di posisi klien. Pasti bête, deh, membaca quotes filosofis yang itu-itu lagi tiap kali menerima email dari klien yang sama! (VIN/FOTO: FOTO SEARCH)