Money
20 Kiat Pesta Pernikahan Sempurna (Part 1)

8 May 2013

Baru membayangkan persiapan pernikahan saja, rasanya sudah ribet, gimana saat kita menjalankannya. Eits, asal tahu rumusnya, merencanakan sebuah pernikahan yang sempurna nggak sesulit itu, bahkan kita akan menemukan banyak hal menyenangkan di dalamnya. Sudah siap? Yuk, belajar dari para pakarnya.

#1 Euforia pertunangan
Siapa yang tidak bahagia saat si dia melamar kita, tapi jangan sampai euforia pertunangan merusak hari pernikahan. Menurut Cathy Johnson dari Cathy Bridal di Oklahoma, setelah pertunangan, banyak pasangan yang buru-buru menyusun bujet pernikahan dan bertindak kelewat impulsif. "Sebaiknya calon pengantin meredakan euforia pertunangan dan menunggu selama beberapa minggu untuk mulai mengatur hari pernikahan."


#2 Tema pernikahan

Tentunya tidak mudah menentukan tema besar pernikahan yang bukan lagi menggabungkan dua kepala, melainkan dua keluarga. Ada baiknya, sebelum kita dan si dia rapat dengan keluarga besar masing-masing, kita sudah membayangkan jenis pernikahan yang diinginkan. Apakah pernikahan indoor atau outdoor, resepsi sederhana atau mewah, dan sebagainya. "Saat sudah menentukan bagaimana resepsi akan digelar, tentunya akan memudahkan untuk pembahasan detailnya. Misalnya jika memilih pesta kebun, dari situ, Anda sudah bisa memilih warna dekorasi, bunga, dan menentukan lokasi pernikahannya," saran Kathi R. Evans, pemilik wedding organizer di Toms River, New Jersey.

#3 Daftar Kebutuhan & keinginan
Langkah selanjutnya adalah membuat daftar keinginan dan kebutuhan. Menurut Samantha Goldberg, pemilik Gold Events Planning, di New Jersey, daftar kebutuhan terdiri dari hal-hal yang utama dan menopang hari pernikahan kita berjalan sempurna. Misalnya pemilihan lokasi dengan harga terjangkau serta fotografer terbaik. Sementara itu daftar keinginan adalah hal-hal yang bisa kita dapatkan setelah daftar kebutuhan didapatkan, misalnya hiasan dekorasi dari bagian besar yang sudah ditentukan.

#4 Lawan nafsu
"Jangan pernah mengeluarkan uang sepeser pun untuk membayar down payment atau langsung booking wedding organizer yang akan mengurus pernikahan Anda sebelum Anda dan pasangan menghitung bujet yang sanggup dikeluarkan," papar konsultan pernikahan Picard Jean, di Santa Barbara, California. Menurut pengalamannya menangani calon pengantin, banyak dari mereka yang keburu bernafsu membayar wedding organizer dengan mahal dan mengharuskan kita dan si dia berhemat ekstra pada pos bujeting lainnya. Kesalahan awal yang membuat banyak pasangan menyesal.

#5 Pilih pekerja profesional
Advertisement
Untuk meringankan biaya, biasanya ada anggota keluarga yang menawarkan jasanya secara cuma-cuma daripada membayar orang. Misalnya paman kita berinisiatif untuk mengabadikan video pernikahan. "Pilihlah mempekerjakan profesional dari vendor berlisensi. Meski mengeluarkan biaya, tetapi kita tidak akan stres dibuatnya karena kualitas dan keandalannya, ketimbang mengambil risiko stres yang lebih besar lagi," saran Barbara Thleiji dari Ocassions Belle, San Francisco.

#6 Jujur pada diri sendiri
Masukan dari orang lain, mulai dari teman, keluarga, dan konsultan pernikahan boleh saja kita tolak jika memang tidak sesuai dengan keinginan kita. Jangan pernah menerima saran seseorang padahal dalam hati kita tidak menyukainya. "Cukup katakan dengan sopan jika 'itu ide menarik', dan tidak harus mengiyakannya," ujar Cindy Clearwater dari Sun Celebrations, St Croix.

#7 Berpikir Taktis
Sangat dimaklumi jika kita bertindak perfeksionis termasuk dalam membuat keputusan dalam mempersiapkan pernikahan. Namun jangan selalu terjebak dengan keputusan kita. "Setelah membuat keputusan, jangan kembali memikirkan hal itu berulang-ulang. Memang sulit membuat keputusan, tetapi setelah keputusan dibuat, segera beralih ke hal berikutnya. Keep move on," pinta Sasha Souza, konsultan pernikahan dari California.

#8 Multitasking (kadang) terlarang
Jika pekerjaan kita sekarang membutuhkan keterampilan multitasking, untuk mengurusi pernikahan, Kelly McWilliams dari weddingsbysocialites.com menyarankan untuk fokus pada satu permasalahan sebelum menangani hal lainnya. "Berikan waktu bagi diri sendiri dan pasangan untuk menangani satu item pada daftar yang sudah disusun. Mungkin satu permasalahan bisa selesai dalam satu jam, yang lainnya butuh tiga minggu, atau ada yang sampai sebulan. Hal itu tidak akan membuat Anda kewalahan," katanya.

#9 Bukan Superwoman
Tak bisa dipungkiri jika calon pengantin wanita sering mempunyai ide untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Alasannya untuk memilih yang lebih murah atau memang akan lebih menyenangkan jika dilakukan seorang diri. "Merencanakan pernikahan butuh lebih dari 240 jam sehingga mendapatkan bantuan dari keluarga, teman atau jasa wedding planner amat disarankan," terang Terrica R. Skaggs, konsultan pernikahan asal Georgia.

#10 Nikah di luar negeri
Jika kita dan si dia berniat untuk menikah di luar negeri, hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan segala dokumen yang dibutuhkan. "Jika prioritas tersebut sudah selesai, pastinya Anda dan pasangan bisa lebih fokus mengurus hal lain," cetus Stephanie Skiba, pemilik wedding planner Cozumel, di Meksiko. (NAD/FOTOSEARCH)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?