Foto: Shinta Meliza (Lokasi: Kediaman Early Titania)
Warna Alami yang Segar
Awal menempati hunian di bilangan Tangerang, 3 tahun lalu, penerapan warna putih memang menjadikan rumah Early Titania terlihat bersih dan lapang. Namun, ada kesan kaku yang ditangkapnya karena tampilan ruangan yang terlihat polos. Karena ia dan suami sama-sama pencinta warna biru dan tosca, maka diputuskan untuk menyemburatkan kedua warna ini ke dalam hunian sebagai aksen saja.
“Ternyata penambahan elemen hijau dan biru sebagai pemanis sukses membuat rumah kami yang berukuran 115 m² ini terlihat lebih ‘berwarna’,” ucap ibu satu anak ini, puas. Warna hijau dan biru diterapkan pada sofa, lukisan dalam pigura, vas keramik, motif daun pada cushion, jendela jadul sebagai hiasan di dinding, serta bantalan kursi ayun.
Selain diaplikasikan pada perabotan, Early juga menyuntikkan elemen hijau melalui tanaman. Hampir 95 persen tanaman hidup dijadikan elemen interior, seperti sirih gading, ivy, kuping gajah mini, aglaonema, lidah mertua, calathea bulu merak dan bulu ayam, serta pachira yang membuat rumah terasa adem, segar. Tanaman adalah filter udara yang sangat ampuh.
Wanita yang suka berkebun ini ternyata mendesain sendiri rumahnya yang terdiri atas 3 lantai, tanpa bantuan interior desainer. Ia hanya mengandalkan riset yang dikumpulkan sendiri melalui Pinterest ataupun majalah desain. Meskipun ide-ide layout dengan beragam pilihan aksesori yang menggoda, ia mengaku bukan copycat asal jiplak.
“Tampilan rumah ini merupakan hasil rangkuman sendiri dari referensi desain yang saya dapat. Pada dasarnya, saya ingin rumah ini berbeda dari yang lain, yang mencirikan kepribadian saya. Tentunya tiap pengaplikasian desain disesuaikan dengan bujet juga,” paparnya. (f)
Baca juga:
3 Tip Memadukan Warna Pink dengan Putih atau Krem untuk Rumah
7 Tip Menghias Dinding Rumah
Hiasan Dinding yang Cocok dengan 5 Tipe Ruangan Rumah
Tip Mengaplikasikan Warna Pink di 6 Ruangan Rumah
Topic
#Interior, #DesainHijau