Home Interior
Menanam Sayur di Rumah, Yuk!

19 May 2016

Foto: Fotosearch
 
Isu eco-living sudah lama berteman dengan keseharian para wanita urban. Belakangan, urusan menaman sayur di halaman dapur atau menggunakan pot di dapur menjadi perhatian mereka yang peduli masakan segar maupun yang ingin punya andil hijaukan sedikit ruang dalam hidupnya.  
 
Organik dan Lebih Hemat
Celebrity chef Jamie Oliver pernah terdengar sukses menggelar program Food Revolution. Dalam berbagai aktivitas off air-nya ini, ia dan tim suksesnya menggiatkan langkah menanam sayuran sendiri di rumah. Komunitas ‘Indonesia Berkebun’ juga bergerak gesit. Banyak dari semangat urban farming-nya menginspirasi wanita yang selalu mencari ide akan gaya makan yang lebih sehat dan ekonomis.

Dengan menanam sendiri, Anda bisa mengurangi penggunaan pestisida atau bahan kimia dan memaksimalkan penggunaan pupuk alami, seperti sampah organik (sisa bahan makanan yang dikubur dalam  tanah selama beberapa hari). Hasil kebun sendiri membuat sayuran organik bisa didapat tanpa semahal jika membelinya di pasar swalayan.

Positifnya lagi, look dapur pun menjadi lebih ‘hijau’. Sederet tanaman ini memanjakan mata karena bentuknya yang cantik bisa menghiasi, meneduhkan, sekaligus menambah nilai estetika ruang. Melakukannya di halaman pun berarti membuat lahan tak terbengkalai.

 “Menanam sayuran bisa dilakukan di lahan tidur di perkotaan. Konversi menjadi lahan produktif hijau ini memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan,” ujar Diah Puji Lestari, praktisi komunitas Indonesia Berkebun.
Advertisement

Helianti Hilman, pendiri perusahaan bumbu lokal Javara Authentic Indonesia, sekaligus praktisi urban farming di rumah, merasakan nikmatnya punya dapur hijau. Pengalaman mengembangkan pertanian di ragam pelosok Indonesia dan menjadi ketua Slow Food Indonesia membuatnya akrab dengan urusan kebun. Ia bahkan mensuplai kebutuhan beras bayinya dari padi yang ditanam dalam pot!
 
Niat jadi Modal Utama
Menanam bawang merah, bawang putih, lengkuas, kunyit, jahe, daun seledri, daun mint, daun basil, daun kemangi, dan tomat mampu dilakukan dalam pot imut, kaleng bekas, atau botol air mineral. Batok kelapa atau potongan pipa paralon juga bisa.

Menanam sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, mentimun, labu siam, kacang panjang, paria, daun selada kampung, atau cabai juga bisa mengandalkan potongan bambu dengan diameter cukup besar, gayung,  galon air, hingga karung goni. Heli yang sesekali menjadi pembicara di ragam komunitas urban farming juga menyarankan tekhnik tanam secara vertikal untuk menghemat tempat. Jadi, tiada yang sulit kecuali niat!

Tak semua bahan makanan segar namun bisa dikembangkan lewat kegiatan urban farming. Banyak jenis lain yang rewel dalam soal kebutuhan lahan, suhu dan kelembapan udara. Jadi, tak perlu repot mencoba menaman kayumanis, pala, atau merica. Yang ini lebih cocok untuk dibeli saja di supermarket!
Yang mutlak butuh dataran tinggi bersuhu rendah dan kelembapan tinggi adalah kembang kol, wortel, atau kentang. Lupakan anga-angan menjadi Bugs Bunny dan makan wortel langsung dari kebun tropis di tengah kota! 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?