Foto: Freepik
Belum tuntas kasus COVID-19 di dunia, publik kembali dikagetkan dengan kemunculan penyakit hepatitis akut yang menginfeksi anak-anak. Munculnya kasus tersebut diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam pernyataannya WHO menyatakan kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya itu menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia sejak 15 April lalu. Kasus terjadi pada anak usia 1 bulan hingga 16 tahun.
Kementerian Kesehatan pun merespon kasus tersebut dengan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terkait dengan munculnya penyakit hepatitis akut pada anak. Imbauan ini juga turut disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Apalagi beberapa saat kemudian ada temuan tiga pasien yang di rawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut, meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda dalam rentang dua minggu terakhir hingga 30 April. Ketiga anak itu merupakan rujukan dari rumah sakit yang berbeda di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, pemerintah saat ini sedang melakukan investigasi mengenai kasus tersebut. Selama masa investigasi itu, dr. Siti Nadia Tarmizi, juru bicara Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang.
Ia mengingatkan supaya orangtua berhati-hati terhadap gejala-gejala hepatitis akut, di antaranya meliputi demam, mual, muntah, diare berat, sindrom penyakit kuning, kejang serta penurunan kesadaran. Bila anak mengalami gejala tersebut jangan menunda-nunda untuk segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penyebab hepatitis akut ini sendiri masih belum diketahui. Namun dalam beberapa kasus yang ditemukan di luar negeri, infeksi adenovirus terdeteksi pada anak-anak yang mengalami hepatitis akut. Adenovirus merupakan virus yang menyerang saluran cerna dan saluran pernapasan sehingga dapat menyebabkan gejala pernapasan, muntah, dan diare. Hubungan antara keduanya masih dipelajari lebih lanjut apakah memang menjadi penyebab penyakit misterius itu.
Sementara itu, di tanah air beredar informasi yang menyebut bahwa hepatitis akut ada kaitannya dengan vaksinasi COVID-19. Menanggapi hal tersebut Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K), Lead Scientist hepatitis akut dalam keterangan persnya menyebut bahwa informasi tersebut tak benar. "Saat ini tak ada bukti bahwa hepatitis akut berhubungan dengan vaksinasi COVID-19," jelasnya.
Cara Pencegahan Hepatitis Akut
Beberapa upaya pencegahan perlu dilakukan supaya dapat meminimilasir terjadinya risiko infeks hepatitis akut. Dalam hal ini Prof Hanifah menyebut bahwa prinsipnya adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Apa saja? Berikut di antaranya:
1/ Mencuci tangan dengan sabun
Seperti yang diungkapkan sebelumnya, hepatitis akut kemungkinan menular melalui saluran pencernaan. Itu mengapa menjaga kebersihan menjadi hal yang utama, salah satunya dengan mencuci tangan untuk membersihkan virus maupun kuman yang menempel di permukaan tangan.
Selain menjaga kebersihan tangan usai melakukan berbagai aktivitas, penting juga untuk memastikan makanan yang disantap dalam kondisi matang dan bersih. Lagi-lagi, hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kemungkinan virus atau bakteri masih menempel di makanan.
3/ Tak bergantian alat makan
Hepatitis akut bisa dicegah dengan cara tak berbagi barang-barang pribadi. Barang-barang seperti alat cukur, sikat gigi, gunting kuku lebih baik tidak digunakan secara bersama-sama dengan orang lain.
4/ Menghindari kontak dengan orang sakit
Jaga kondisi kesehatan dengan menghindari kontak dengan orang-orang yang sakit. Jika sedang tidak enak badan, lebih baik beristirahat dan santap makanan bergizi hingga imun tubuh kembali pulih.
5/ Disiplin protokol kesehatan
Untuk mencegah penularan hepatitis akut melalui saluran pernapasan maka penting untuk tetap memakai masker, menjaga jarak, dan juga mengurangi mobilitas yang tak terlalu penting. (f)
Baca Juga:
Hari Cuci Tangan Sedunia Moment Pengingat Perilaku Sehat
Cegah Sedari Dini, Vaksin HPV Jadi Vaksin Wajib di Indonesia
Kekurangan Vitamin C Sebabkan Anak Mudah Lelah dan Lesu
Topic
#HepatitisAkut, #Anak, #Kesehatan, #WHO