Sekarang layanan medicak check up mudah dijangkau. (Foto: dok. AIC)
Tubuh kita memiliki mekanisme alami yang dapat mengatasi masalah kesehatan, sehingga pada tahapan ringan tidak sampai memunculkan gejala gangguan fisik. Hal inilah yang kemudian membuat orang merasa kurang perlu melakukan medical check up secara rutin.
“Masalahnya, jika menunggu sampai muncul gejala penyakit yang parah, atau menunggu sampai tubuh ambruk, bisa-bisa kondisi pasien sudah cukup parah. Bahkan, bisa-bisa sudah tidak lagi tertolong. Ini yang bahaya,” Dr. Sri Inggriani, Spesialis Radiologi dan Konsultan Abdominal Imaging dari AIC – Kuningan Medical Center, Jakarta.
Data yang diperoleh dari RS Kanker Dharmais mengungkap bahwa sejak tahun ’70-an, sebanyak 75 persen pasien kanker payudara datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut, atau stadium tiga ke atas. Fakta ini tidak hanya mengecilkan kesempatan untuk sembuh, tapi juga memakan biaya hingga ratusan juta!
Fakta ini saja harusnya telah membuat orang sadar pentingnya melakukan cek kesehatan dasar. Apalagi, sekarang ini, layanan kesehatan yang menawarkan cek kesehatan rutin sudah bisa ditemui di lokasi yang mudah dijangkau. Misalnya, di pusat perkantoran atau mal, seperti Klinik AIC yang berlokasi di pusat perbelanjaan Kuningan City.
“Para karyawan kantor bisa memanfaatkan waktu istirahat makan siang untuk melakukan check up, seperti pengambilan darah atau foto Rontgen. Dengan kecanggihan teknologi medis yang ada, hasil sudah bisa mereka ambil setelah selesai makan siang. Jadi, tidak ada lagi alasan tidak punya waktu,” lanjutnya.
Foto sinar X kesehatan Paru penting dilakukan secara rutin. Terlebih di kondisi udara yang tidak sehat (Foto: AIC)
- Cek darah laboratorium (screening test). Melalui pemeriksaan yang akurat Anda bisa mengetahui hampir dua-pertiga kondisi kesehatan tubuh kita. Mulai dari tingkat kolestrol, fungsi ginjal, fungsi hati, hingga gula darah.
- Pemeriksaan foto sinar x. Minimal untuk memantau kesehatan paru-paru. “Ini yang sering lolos. Pada banyak kasus, pasien tidak menampakkan gejala batuk-batuk, tapi setelah diperiksa ternyata ada flek-flek, atau bahkan sel kanker di paru-parunya. Terutama bagi para perokok,” ungkap dr. Sri.
- USG Perut. Prosesnya sangat cepat, sederhana, dan aman. Sebab, pemeriksaan dengan pencitraan ini tidak mengandung radiasi.
Topic
#Kesehatan