1. Melakukan prosedur assessment yang lengkap
Apabila assessment hanya melakukan pengukuran komposisi tubuh saja maka PT tersebut dapat dipastikan tidak qualified. Pada bagian assessment seorang PT wajib meminta klien mengisi kuesioner / menanyakan tentang:
- PAR-Q (Physical Activity Readiness Questionnaire)
- Body Composition (standarnya berat, tinggi dan kadar lemak tapi bisa ditambah body girth)
- Physical Test (cardiovascular endurance, muscular endurance, strength, speed dan flexibility)
- Training history dan medical history
2. Memberi program latihan yang dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai kebutuhan
Program latihan merupakan turunan dari assessment. Apabila programnya diberikan sebelum dilakukan assessment maka dapat dipastikan program tersebut adalah program generik. Program latihan wajib mengikuti kebutuhan tubuh klien, bukan berdasar keinginan klien atau PT.
3. Laporan evaluasi secara bertahap
4. Mengajarkan variasi gerakan dan sikap tubuh yang benar
Seorang PT berkualitas memiliki pengetahuan di bidang anatomi muskuloskeletal dan hapal gerakan-gerakan dasar angkat beban. Selain itu mereka juga harus bisa mendemonstrasikan dan mengajarkannya dengan baik. (f)
Baca Juga:
Ini Playlist Paling Asyik untuk Menemani Olahraga Anda
Ingin Berolahraga dengan Bantuan Personal Trainer? Cek 8 Hal Ini Untuk Menguji Kualitas Personal Trainer
Kompetisi Olahraga Jadi Media Belajar Gaya Hidup Sehat Serta Membentuk Karakter Anak
Topic
#personaltrainer