Foto: Pixabay
1/ Perhatikan vokal dan sudut pengambilan gambar. Video ini sangat mengandalkan kejelasan vokal saat menyampaikan instruksi, jangan terlalu cepat. Pengambilan gambar juga harus jelas, memperlihatkan detail gerakan yang benar. Ini membantu penonton untuk tidak melakukan kesalahan hingga berisiko cedera. Sebagai petunjuk awal, beri simulasi latihan dengan gerakan lebih lambat agar mudah dipahami.
2/ Kesan pertama menentukan. Buat 15 detik pertama dari tayangan Anda semenarik mungkin. Mulai dengan manfaat dari latihan dan yang bisa mendorong orang untuk mengikuti kelanjutan dari video. Misalnya, jika latihan dilakukan secara keseluruhan dengan tepat, maka target pembakaran lemak sejumlah kalori tertentu akan tercapai.
3/ Pelajari keyword research. Pilih keyword atau kata kunci serta judul yang mewakili tampilan dari video Anda. Umumnya orang akan lebih tertarik dengan thumbnail video yang memuat sesuatu yang mereka inginkan. Misalnya dukung tampilan thumbnail orang melakukan latihan squat dengan judul: 15 menit sehari untuk perut kencang.
5/ Fokus pada benefit. Jangan terjebak pada jumlah views. Orang akan menonton bahkan menjadi subscriber, jika video Anda mampu menjadi solusi bagi permasalahan kebugaran mereka. (f)
Baca Juga:
Squat Jump Bisa Menyebabkan Lumpuh Kaki, Benarkah?
Hati-Hati, Olahraga Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Cedera Bahu dan Kaki
4 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Personal Trainer
Topic
#youtuber, #kebugaran