Health & Diet
Pilih Jamu Gendong, Pil, atau Instan?

6 Jun 2016



Foto: Fotosearch

Dulu, jamu hanya diolah sebagai minuman dengan rasa dan aroma campuran rempah yang masih terasa begitu ‘kental’, membuat orang enggan untuk meminumnya, apalagi rasanya juga pahit. Untuk mengatasi kekurangan ini, kini proses pengolahan jamu sudah mengalami evolusi. Jamu sudah ada yang dikemas dalam bentuk pil, berisi ekstrak dari berbagai jenis rempah jamu. Jadi, tak perlu lagi mengonsumsi bergelas-gelas jamu untuk merawat kesehatan dan mempercantik tubuh, tapi cukup dengan menelan sebutir pil saja. Mudah, praktis, tidak pahit, dan tidak berbau pula.

Selain itu, industri pengolahan jamu juga sudah mengeluarkan jamu-jamu instan dalam bentuk bubuk atau dalam kemasan botol yang siap minum. Meskipun aroma dan rasa khas jamu tetap terasa, pilihan ini memberikan kemudahan bagi peminum jamu untuk dapat menikmati jamu andalannya di mana saja. Jadi, tidak hanya mengandalkan mbok jamu alias jamu gendong!      

Advertisement
Mana yang lebih baik, jamu gendong atau jamu kemasan? Jawabannya, tergantung pada selera dan kebutuhan. Yang membedakan, proses pembuatannya. Jamu gendong dibuat dari racikan rempah-rempah yang diparut, disaring, dan kemudian digodok dalam wadah dari tanah liat. Tujuannya adalah supaya panas yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, karena sifat tanah liat tidak cepat menghantarkan panas seperti halnya besi atau aluminium.

Proses pemanasan memang bisa mengubah sedikit komponen senyawa aktif yang ada di dalam rempah. Dengan panas yang tidak terlalu tinggi, kerusakan bisa diminimalkan. Kelebihan lain, selain memiliki khasiat dari senyawa aktif dalam rempah, serat larut air yang tersisa  dalam endapan jamu pun bisa sekaligus diminum. Jadi, Anda mendapatkan manfaat obat dan serat dalam sekali minum. Sayangnya, jamu ini memberikan cita rasa yang getir.

Produk jamu yang sudah dikemas dalam bentuk pil, bisa jadi pilihan ideal bagi Anda yang ingin sehat, tapi tidak suka rasa jamu yang getir. Jamu dalam bentuk pil merupakan hasil ekstrak dari rempah sehingga hanya khasiat senyawa aktifnya yang didapat, tapi tidak seratnya. Karena sudah dalam bentuk ekstrak, khasiat dalam satu butir pil tentunya lebih padat, jadi tak perlu meminumnya dalam jumlah yang banyak.

Kalau masih ingin menikmati kekhasan jamu gendong, tapi tak mau terlalu repot, jamu instan bisa jadi pilihan. Sama halnya dengan jamu gendong, jamu instan umumnya tetap memberikan endapan yang mengandung serat, baik yang dalam bentuk bubuk ataupun cair. Kelebihan lainnya, jamu ini mudah dibawa ke mana-mana dan bisa diminum kapan saja. Tentu saja rempah-rempah yang digunakan dalam jamu instan tidak segar seperti pada jamu gendong. Selama proses pengeringan, sedikit banyak senyawa aktif yang ada tentunya akan mengalami perubahan. Jadi, jamu mana yang Anda pilih? (f)


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?