Foto: Fotosearch
Bukan Penyakit Instan
Tanda tanya besar itu sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama tanpa jawaban. Sebab, bukan untuk menakut-nakuti, prevalensi penyakit kanker memang terus meningkat. Merujuk pada data World Health Organization (WHO) tahun 2013, jumlah pasien kanker di dunia berkembang, dari 12,7 juta orang pada tahun 2008 menjadi 14,1 juta orang pada tahun 2012.
Pada rentang tahun yang sama, angka kematiannya bertambah, dari 7,6 juta orang menjadi 8,2 juta orang. Statusnya pun ‘naik kelas’, kanker sah menjadi penyebab kematian nomor 2 terbesar di dunia, setelah penyakit kardiovaskular. Di negeri kita tak jauh berbeda, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk.
Bahkan, kanker yang disebabkan oleh faktor genetis ternyata hanya terjadi sebanyak 5 persen, jika merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh MD Anderson Cancer Center, University of Texas, Amerika Serikat, tahun 2014. Namun, Asrul menambahkan, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan persentase pasti risiko faktor genetis kanker yang diturunkan dari tiap generasi ke generasi dalam keluarga.
“Angka pastinya belum ada. Tapi, jika nenek atau kakek punya gen kanker, kemungkinan besar gen itu akan diwariskan ke generasi berikutnya. Bisa ke orang tua Anda atau ke paman dan bibi Anda. Kemudian, gen itu akan diwariskan lagi ke generasi Anda,” papar Asrul.
Jenis kanker yang diturunkan pun tidak selalu sama. Jika seseorang di generasi pertama ada yang memiliki kanker payudara misalnya, maka bisa saja seseorang di generasi keduanya memiliki kanker jenis lain, seperti leher atau paru-paru.
Ya, faktor genetis memang takdir. Tapi, Asrul menekankan, tidak berarti orang dengan faktor genetis kanker akan memiliki penyakit tersebut selama ia bisa mempertahankan gaya hidup sehat dan menjaga lingkungan. Menjaga berat badan dan metabolisme ideal dengan memperbanyak makan sayuran hijau dan buah, mengurangi konsumsi daging merah, mengurangi porsi makanan yang diproses terlalu lama, serta berolahraga teratur bisa menjadi modal untuk mengurangi faktor risiko kanker hingga 50 persen. Jika Anda tidak merokok, tentu saja faktor risikonya bisa lebih kecil lagi.(f)
Topic
#penyebabkanker