Foto: Fotosearch
”Saat mengalami kelebihan berat badan, terutama obesitas sentral (penumpukan lemak pada daerah sekitar perut), lemak akan memproduksi bahan kimia yang disebut sitokin inflamasi, yang menimbulkan peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh,” papar Dr. Dante S. Herbuwono, SpPD-KEMD, Ph.D, Divisi Metabolik Endokrin Depatemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran-Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. yang juga President Indonesia Study of Obesity.
Makin banyak lemak di tubuh, terutama sekitar perut, makin banyak sitokin inflamasi yang dihasilkan. Sebaliknya, makin sedikit tumpukan lemak, makin sedikit risiko penyakit pembuluh darah. Menurut dr. Dante, ini termasuk temuan baru yang semestinya membuat orang makin menyadari bahaya obesitas.
Saat pembuluh darah menuju jantung tersumbat, asupan darah dan oksigen ke otot jantung pun berkurang. Akibatnya, terjadi gejala berikut:
- Jantung berdebar.
- Sakit nyeri menusuk pada dada kiri yang terasa hingga ke lengan dan punggung.
- Sesak napas dan napas pendek.
- Kelelahan.
- Perasaan ingin pingsan.
- Keringat dingin.
- Sakit perut dan mual.
- Nyeri punggung.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, risiko penyaktit jantung pada wanita adalah 9,5%. 8,6 juta kematian pada wanita yang diakibatkan oleh penyakit jantung dan stroke tiap tahunnya di seluruh dunia. Ini adalah sepertiga dari penyebab kematian wanita di dunia. (f)