Foto: Pixabay
“Dulu di Amerika Serikat, merokok itu hal umum. Warga Amerika baru sadar untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat setelah banyak yang mengidap kanker paru-paru. Sayangnya, di Asia, kesadaran itu datang agak terlambat,” ujarnya di acara Innovating For Patients: Transforming Cancer Care in Asia yang diadakan di kantor Novartis Institutes for BioMedical Research di Shanghai, akhir Oktober lalu.
Belum lagi, bagi masyarakat kelas bawah, akses pengobatan kanker sangat sulit didapatkan karena harganya mahal. Distribusi yang tidak merata di berbagai belahan Asia, semakin menyulitkan masyarakat untuk mengakses fasilitas terapi dan obat-obatan yang bermutu baik tapi tetap terjangkau. Padahal, menurut John, kebanyakan dari pengidap kanker di Asia terdiagnosis saat mereka sudah masuk dalam tahap stadium lanjut, yang seharusnya secepat mungkin ditangani.
Advertisement