Foto: Fotosearch
Menurut drg. Novandyta Hapsari, Sp. KG, endodontist dari Ultimo Aesthetic & Dental Center, dental aesthetic artinya mempercantik tampilan pada gigi dan gusi tanpa menambahkan sesuatu. Dilakukan dengan merapikan posisi, tampilan, dan harmonisasi pada rahang. Sedangkan, bila menambahkan sesuatu, disebut sebagai kosmetik gigi. Berbagai dental aesthetic disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya pada mulut kita.
“Jadi, apabila kita menginginkan salah satu dari dental aesthetic tersebut, belum tentu langsung dikabulkan dokter gigi. Dilihat juga kebutuhan dan fungsinya nanti,” ungkap Novandyta yang juga menjelaskan beberapa jenis dental aesthetic sebagai berikut:
Crown dan Bridges
Lapisan gigi yang ditutup menggunakan porselen bukan hanya tampak depannya saja, tapi juga keseluruhan gigi (crown).
Cara perbaikan: Gigi diasah secara keseluruhan sehingga menjadi lebih kecil, lalu dipasang porselen yang telah dibentuk sesuai bentuk dan ukuran gigi yang akan diganti. Selain crown, ada bridges, yaitu untuk mengganti ggi yang hilang satu ataupun lebih dengan mengandalkan gigi-gigi disebelahnya sebagai ‘pegangan’,
Pembuatan bridges menggunakan bahan yang sama dengan crown. Ruginya, bridges mengorbankan gigi-gigi yang belum rusak. Gigi yang jadi ‘pegangan’ tadi mesti diasah juga sehingga ukurannya menjadi kecil dan tidak dapat berfungsi nornal.
Perawatan: Crown dan bridges bertahan seumur hidup. Karena itu, tetap harus disikat dan dirawat dengan baik. Rajin cek ke dokter gigi sesuai kebiasaan umum. Bila tidak jaga kesehatan, gigi buatan dapat kropos dan rusak. Hindari mengunyah terlalu kuat dan memakan makanan terlalu panas atau dingin.
Harga: Untuk crown saja: ± Rp 5.000.000 per satu gigi. Untuk implan gigi dan crown: ± Rp 20.000.000 per satu gigi.(f)
Topic
#dentalaesthetic