Menurut dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI dari Subbagian Alergi-Imunologi Klinik, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSPUN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, orang dewasa membutuhkan imunisasi aktif agar terlindung dari penyakit berbahaya tertentu. Sayangnya, saat ini belum banyak orang dewasa yang melakukannya.
Imunisasi orang dewasa berbeda dari imunisasi untuk anak-anak dan balita. Setiap balita dan anak-anak memiliki jadwal imunisasi tertentu yang merupakan bagian dari program kesehatan nasional, sedangkan imunisasi bagi orang dewasa (usia 18 tahun ke atas) tidak diwajibkan. Jenis imunisasi yang dipilih juga bervariasi, tergantung kondisi dan kebutuhan setiap orang. Hal-hal berikut ini patut Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan imunisasi atau tidak.
- Riwayat pekerjaan
- Rentan tertular penyakit
- Rencana bepergian
- Berusia lanjut
Di dalam negeri memang belum ada data ataupun penelitian yang menjabarkan efektivitas imunisasi pada orang dewasa. Tetapi, di sejumlah negara maju, imunisasi pada orang dewasa terbukti memberi hasil yang menggembirakan.
Menurut buku Konsensus Imunisasi Dewasa yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), di negara maju, vaksinasi hepatitis B efektif mencegah serangan penyakit ini 80%-95%. Sedangkan vaksinasi influenza bisa menurunkan terjadinya kasus influenza sebesar 70%-90%. Khusus untuk vaksinasi tetanus, asalkan diterapkan secara benar, dapat mencegah seseorang terjangkit penyakit tetanus hingga 100%!
“Jadi, perlu atau tidaknya imunisasi dilakukan, berpulang kembali kepada pertimbangan setiap orang. Jika memang Anda beranggapan bahwa kualitas kesehatan perlu dijaga, meski penyakit belum menyerang, maka Anda sebaiknya melakukan imunisasi. Di sisi lain, jika Anda memilih untuk melawan penyakit ketika ia sudah datang, maka Anda harus siap dengan sejumlah risiko, yaitu mengeluarkan biaya, waktu, serta tenaga yang cukup besar untuk mengatasi penyakit tersebut,” ujar dr. Iris, bijak.