Foto: Desman Mendrofa
Seiring dengan mulai dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memasuki masa ‘New Normal’ di tengah pandemi global, COVID-19, jumlah masyarakat yang menggunakan sepeda semakin meningkat.
Berdasarkan hasil observasi Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) beberapa waktu lalu, jumlah pesepeda yang melintasi Jalan Sudirman dan Thamrin Jakarta meningkat 1.000 persen dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.
Bersepeda tidak hanya ramah lingkungan dan berkelanjutan, tetapi sepeda juga merupakan moda transportasi yang terbukti berketahanan dari fisik dan fleksibel untuk menerapkan jaga jarak.
Narita Diyan, sport enthusiast dan pengguna aktif sepeda untuk ke kantor (bike to work) mengatakan bahwa, meningkatnya pengguna sepeda di masa New Normal atau masa transisi PSBB ini karena dengan bersepeda, seorang bisa lebih menjaga jarak dengan orang lain serta bisa membuat badan kita bergerak.
“Dengan bergerak maka imunitas tubuh akan meningkat. Sepeda tidak hanya mengantarkan kita ke tujuan, tetapi juga membangun imunitas tubuh yang sangat dibutuhkan di masa pandemi COVID-19 ini,” katanya.
Wanita yang menggemari olahraga Triathlon (kombinasi renang, sepeda, dan lari) ini menambahkan bahwa bila ingin membeli sepeda, perhatikan jenis dan ukurannya.
Beberapa produsen sepeda memproduksi unit sepeda khusus wanita. Pilihlah sepeda sesuai dengan geometris wanita. Bila tidak menemukan sepeda khusus wanita, Anda boleh menggunakan semua jenis sepeda. Namun pastikan ukurannya sesuai dengan tubuh. Bila ukuran badan pendek, jangan memakai sepeda yang berukuran besar.
“Semua sepeda bagus. Selain memperhatikan ukuran, sesuaikan pula sepeda yang Anda beli dengan budget,” katanya.
Untuk para pesepeda pemula, Narita membagikan beberapa tips berikut ini:
1/ Berlatih terlebih dahulu untuk handling dan keseimbangan.
2/ Mulailah bersepeda dengan jarak pendek. Misalnya keliling komplek rumah sebelum melintasi jalan raya umum.
3/ Pakai baju dengan warna yang mencolok atau cerah agar bisa dilihat oleh pengendara lain dari jarak jauh.
4/ Gunakan pakaian yang lebih tertutup untuk mengurangi kemungkinan dilecehkan saat di jalan.
5/ Saat di jalan, jangan melakukan tindakan yang membingungkan atau mengagetkan yang bisa berujung pada kecelakaan seperti berhenti dan belok mendadak tanpa memberikan tanda seperti melambaikan tangan.
“Kita perlu mengasak kesigapan saat bersepeda di jalan raya, maka sangat perlu untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu baik cara maupun etika bersepeda di jalan raya,” katanya. (f)
Baca Juga:
Pandemi COVID-19 Menyebabkan Jumlah Langkah Kaki Menurun dan Aktivitas Berbasis Olahraga Meningkat
Walau Tergolong Lebih Aman, Pesepeda Tetap Harus Mematuhi Protokol Kesehatan COVID19
Aturan Main Berolahraga pada Masa New Normal
Topic
#sepeda, #corona, #covid19