Foto: Fotosearch
Apalagi, kini flu tidak seringan dulu. “Bukan flunya yang makin ganas, namun lingkungan serta gaya hidup masyarakat saat ini yang membuat kekebalan tubuh kita makin mudah menurun, sehingga kita lebih mudah terserang flu. Frekuensinya pun jadi lebih lama,” ungkapnya. Karena itu, dr. Madan mengajak kita untuk mengenal flu lebih jauh.
Flu vs Common Cold
Saat hidung meler, tenggorokan sakit, serta badan terasa tidak enak, kita menyebut diri kita sedang terserang flu. Padahal, menurut dr. Madan, kondisi tersebut belum tepat disebut flu, melainkan common cold atau biasa disebut pilek. “Flu sebenarnya dalam bahasa medis adalah salah satu penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain melalui udara. Sedangkan common cold, disebabkan virus lain, salah satunya adenovirus,” jelas dr. Madan.
Gejala-gejala flu tersebut biasanya timbul empat hingga tujuh hari setelah tubuh terinfeksi virus influenza. Namun, jika virus cukup banyak dan kondisi orang tersebut sedang sangat rendah, gejala bisa timbul lebih cepat, yakni tiga sampai empat hari setelah terinfeksi.
Kapan Musimnya?
Virus influenza berkembang biak di udara pada musim hujan atau musim dingin. Tak heran, saat musim hujan, kita lebih rentan terkena flu. Namun, menurut dr. Madan, musim flu di Indonesia tak hanya saat musim hujan. “Sepanjang tahun kita rentan terserang flu. Sebab, posisi Indonesia berada di tengah, antara belahan bumi utara dan selatan. Alhasil, kita bisa mendapatkan virus dari utara dan selatan yang musim dinginnya berbeda, melalui angin yang bertiup dari utara ke selatan, serta selatan ke utara,” tuturnya. Terbukti, selalu saja ada orang yang terserang flu sepanjang tahun di Indonesia. (f)
Baca juga:
Topic
#flu, #pilek