Foto: Pixabay
Menurut Dr. Sri Hananto Seno, drg, MM, Sp.BM, Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), isu tentang penyakit gigi dan mulut yang tadinya dianggap bukan penyebab kematian, kini mulai diperhatikan oleh masyarakat. Perubahan tren dalam masyarakat ini menjadi salah satu topik hangat yang diangkat dalam acara Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) 2017 di Jakarta pada akhir September lalu.
Selain talkshow, pameran yang berlangsung selama 3 hari ini juga menghadirkan 229 merek peralatan kedokteran gigi terkemuka di dunia. Tingginya harga peralatan dan produk kesehatan gigi yang masih harus diimpor menyebabkan layanan kesehatan gigi yang lengkap belum terjangkau untuk semua kalangan.
"Ajang ini juga ingin meningkatkan wawasan keilmuan tenaga kesehatan gigi, serta mendorong mereka untuk menggunakan teknologi-teknologi terbaru dan mengikuti standar internasional," kata Seno dalam acara pembukaan IDEC 2017. Beberapa negara seperti Jerman, Swiss, Korea Selatan, Italia, dan RRT ikut berpartisipasi.
Usman Sumantri, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa selain jumlah yang sedikit, sebaran tenaga kesehatan gigi yang tidak merata menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas layanan.
“Salah satu permasalahan pilar Indonesia Sehat yang perlu dibenahi antara lain integrated professional collaboration atau kolaborasi antara dokter dan perawat gigi. Perlu dipahami, perawat merupakan rekan dokter dalam menjalankan tugas,” katanya. (f)
Baca juga:
Pertolongan Pertama Pada Karies (Gigi Berlubang)
Ancaman Sakit Gigi atau Gusi Jika Alpa ke Dokter Gigi
Memutihkan dan Memperbaiki Struktur Gigi dengan Teknik Veneer
Topic
#Pameran, #gigi