Target:
Pernah menyentuh 77 kg, Iwet merasakan aktivitasnya jadi serba tidak nyaman. “Badan rasanya berat untuk digerakkan dan cepat lelah,” kenang Iwet, yang saat ini sedang menjaga bobot tubuhnya di angka 73 kg.
√ Menjaga kualitas tidur
Kurang tidur akibat insomnia membuat konsentrasi dan daya tahan tubuh Iwet tidak maksimal saat bekerja.
Riwayat olahraga:
“Seingat saya, sampai selesai kuliah pun masih belum tergerak untuk olahraga. Saya lebih senang melakukan aktivitas lain,” ujar perancang busana yang gencar melestarikan batik ini. Saat itu, ia merasa tubuhnya sehat-sehat saja sehingga belum perlu untuk berolahraga.
Iwet baru mulai aktif olahraga pada tahun 2009, ketika merasakan tubuhnya mulai kurang bebas bergerak. Perkenalannya dengan olahraga diawali dengan yoga. “Yoga itu olahraga yang tidak terburu-buru. Cukup 45 menit sampai 1 jam tiap hari, tubuh lebih lentur dan pikiran lebih tenang,” jelas Iwet.
Tantangan:
‘Perang’ melawan diri sendiri
Iwet mengaku bahwa lawan terberatnya adalah dirinya sendiri. Olahraga bukan hanya menggerakkan tubuh, tetapi juga tentang komitmen. Harus ada strategi khusus untuk menyiasati aktivitas yang cukup padat dan rasa malas yang sesekali muncul.
·
Tiap orang memiliki kondisi tubuh dan jadwal kegiatan yang berbeda-beda. Iwet berusaha mencari jenis olahraga yang sesuai agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal.
Resolusi:
Mulai bertahap
Meski merasa agak terlambat berkenalan dengan olahraga, Iwet tetap tidak ingin gegabah. Ia mencari olahraga yang cocok dengan cara memahami kebutuhan dirinya sendiri. Setelah berhasil menjalankan yoga secara teratur, ia mulai berkenalan dengan lari.
“Pertama kali, saya cuma sanggup lari sejauh 3 km, itu pun diselingi jalan kaki. Sebulan kemudian, saya mulai bisa lari tanpa henti sejauh 3 km, lalu tambah jadi 5 km, lalu jadi 10 km, dan sekarang paling jauh bisa 14 km saat car free day,” papar Iwet.
·
Mendirikan komunitas Pertemanan Sehat
Berat badan stabil di 73 kg, kualitas tidur membaik, tidak cepat merasa lelah, dan pikiran lebih fokus hanyalah sebagian manfaat olahraga yang sudah Iwet rasakan. Ia ingin lebih banyak orang ikut sehat.
Bermula dari ketidaksengajaan, Iwet, bersama Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti, dan beberapa temannya membentuk komunitas Pertemanan Sehat. “Kegiatannya, ya, olahraga bareng-bareng. Biasanya kumpul tiga kali seminggu untuk lari pagi atau yoga atau olahraga lainnya. Sehat itu lebih terasa enak kalau lingkungan kita juga sehat,” ujar Iwet.
Langkah Iwet
1. Gunakan aplikasi olahraga agar perkembangan kebugaran Anda lebih terukur.
2. Buat goals yang realistis. (f)