Health & Diet
Gangguan Tiroid Seperti yang Dialami Rachel Amanda Lebih Banyak Menyerang Wanita, Kenali Gejalanya

2 Aug 2017


Foto: Pixabay

Kabar penyanyi dan bintang sinetron Rachel Amanda (21) yang pernah terserang kanker tiroid kembali mengingatkan kita untuk lebih peduli pada kesehatan. Saat itu, tahun 2014, usia Rachel masih 19 tahun. Awalnya, ia menderita hipertiroid dan baru menyadarinya setelah berat badannya terus turun. Lehernya bengkak dan mulai terasa mengganggu, dan ia tidak kuat berdiri lama.

Namun, Rachel bergerak cepat dan mencari tahu tentang penyakit tiroid dan menjalani operasi tiroid. Meski kini sudah pulih, Rachel kini tetap harus mengonsumsi obat.

Seperti apa, sebetulnya gangguan tiroid? Kenali gejalanya berikut ini.

Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok merupakan kelenjar endokrin murni terbesar dalam tubuh manusia yang terletak di leher bagian depan. Kelenjar ini merupakan penghasil hormon yang sangat penting dalam berbagai proses metabolisme.

Dokter Farid Kurniawan, SpPD dari Fakultas Kedokteran UI – RSCM dalam Seminar Edukator Tiroid Jakarta Endocrine Meeting (JEM) 2017 di Jakarta beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa, seseorang dapat menderita gangguan atau penyakit tiroid karena adanya gangguan kelenjar tiroid, baik berupa perubahan bentuk kelenjar maupun perubahan fungsi.

“Bentuk gangguan tiroid adalah hipertiroid, hipotiroid, dan kanker tiroid. Hipertiroid yang berat, sering disebut krisis tiroid atau badai tiroid (thyroid storm), jika tidak dicegah dan ditangani dengan baik dapat mengancam jiwa,” ujar Farid.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013, terdapat sekitar 0,4% populasi Indonesia menderita hipertiroid. Wanita lebih banyak menderita penyakit ini dibandingkan dengan pria. Masyarakat perkotaan cenderung berisiko lebih tinggi menderita gangguan tiroid dari pada masyarakat pedesaan.
 
1/ Hipertiroid
Hipertiroidisme berarti aktivitas kelenjar tiroid yang terlalu tinggi, ditandai dengan tingginya kadar hormon tiroksin di dalam darah, sehingga menyebabkan tingkat metabolisme meningkat.

Gejala: Jantung berdebar, badan dan tangan gemetar, keringat berlebih, tidak tahan suhu panas, sulit tidur, buang air besar bisa 3-4 kali sehari (bukan diare), berat badan menurun, dan emosi yang kurang stabil. Terlihat tidak bisa diam, cenderung bergerak terus seperti orang gelisah.

Advertisement
Penyebab: Berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kondisi hipertiroid. Salah satu penyebab tersering adalah penyakit Graves, yang merupakan penyakit autoimun. Tubuh mengeluarkan antibodi yang disebut Thyroid-Stimulating Immunoglobulin (TSI) yang akan menempel pada reseptor di kelenjar tiroid dan merangsang kelenjar untuk memproduksi hormon tiroid yang berlebihan.

Penyebab lain adalah toxic goiter (adenoma toksik), suatu benjolan di kelenjar tiroid yang secara otonom memproduksi hormon tiroid berlebihan.
 
2/ Hipotiroid
Pada kasus hipotiroid, kadar hormon tiroid dalam darah yang kurang dari normal. Memang belum ada data penelitian yang dapat menggambarkan persentase penduduk Indonesia dengan hipotiroid. Tapi, sebagai perbandingan, di Amerika Serikat, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium sebanyak 4,6% populasi AS mengalami hipotiroid. 

Gejala: Rasa lelah berkepanjangan, berat badan cenderung naik, tidak tahan terhadap suhu dingin, kulit kasar dan kering, bengkak di kaki, rambut rontok, sembelit, sulit konsentrasi, serta penurunan libido.

Penyebab: Penyebab hipotiroid pun beragam, seperti, penyakit autoimun Hashimoto, obat-obatan tertentu, atau cacat lahir (hipotiroid kongenital).
 
3/ Kanker Tiroid
Dalam acara yang sama, ketua Jakarta Endocrine Meeting (JEM) 2017, dr. Dante Saksono Herbuwono, SpPD, K-EMD, PhD menjelaskan bahwa, jika dilakukan pemeriksaan medis dengan USG, 50% dari semua populasi manusia terdapat benjolan pada kelenjar tiroid. Namun, hanya sekitar 4-5% dari benjolan tersebut yang sifatnya ganas (kanker). Benjolan di dalam tiroid merupakan benda padat atau berisi cairan, bisa normal, hiper maupun hipo. 

Kanker tiroid merupakan kanker yang pertumbuhannya lambat, hampir tidak memiliki gejala. Tapi, pada beberapa penderita dapat menimbulkan gejala seperti sakit tenggorokan, kesulitan dalam menelan, perubahan suara menjadi serak, rasa sakit pada bagian leher, atau sesak napas. “Beberapa pasien juga dapat disertai pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher yang biasanya tidak nyeri,” kata dr. Dante.  

Kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker tiroid adalah mereka yang dengan riwayat kanker tiroid di keluarga, faktor genetik, riwayat mendapat paparan radioaktif di daerah leher, dan merokok. (f)

Baca juga:
Hari Tiroid Internasional, Waspadai Gangguan Tiroid
Bebas Gangguan Tiroid


Topic

#gangguantiroid, #hipertiroid , #hipotiroid, #kankertiroid

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?