Tak hanya memiliki fungsi utama melindungi diri dan mencegah kemungkinan kita menularkan penyakit pada orang lain, masker juga memiliki fungsi lain. Menurut dr Michael Triangto spesialis kedokteran olahraga dari Slim + Health Sport Therapy, masker bisa jadi pengukur intensitas latihan. Bila kita merasa sesak saat berolahraga dengan menggunakan masker, itu menandakan intensitas latihan yang kita lakukan memasuki intensitas berat.
Jika Anda mulai merasa sesak saat berolahraga di tempat umum, bukan maskernya yang Anda turunkan dari wajah, tapi turunkan intensitas latihan Anda. Misal sedang berjalan cepat dan jalan menanjak, kurangi kecepatan berjalan hingga Anda dapat bernapas dan bicara normal. Bila napas Anda menjadi berat karena terlalu keras mengayuh sepeda di tanjakan, atur gigi sepeda, pilih jalur yang lebih landai, atau turun dan tuntun sepeda.
Mau masker yang melekat tanpa mengiritasi kulit saat Anda banyak bergerak dan menguapkan keringat lebih baik? Produsen perlengkapan olahraga seperti Nike, Adidas, dan Under Armour kini juga meluncurkan masker yang dirancang agar penggunanya nyaman saat berolahraga.
Menurut dr. Michael, masker juga bisa jadi monitor kesehatan. Bila Anda mengenakan masker dan merasa sesak, padahal tidak berolahraga, sebaiknya Anda berhati-hati. Hal ini menandakan kemungkinan adanya gangguan pada sistem pernapasan Anda. Berkonsultasilah pada dokter pribadi untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.
Selain itu masker bisa jadi pengingat bahwa bahwa keadaan di luar rumah masih belum aman bagi kesehatan. Masker juga jadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial kita terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Jadi tak perlu tunggu kena razia. Selalu kenakan masker saat di tempat umun, termasuk saat berolahraga. (f)
Baca Juga:
Jadi Transportasi Favorit di Masa New Normal, Perhatikan Hal Ini Saat Anda Menggowes Sepeda
Aturan Main Berolahraga pada Masa New Normal
Topic
#kesehatan, #olahraga, #sepeda, #covid19, #corona