Metabolisme yang lambat tak hanya membuat ukuran baju lebih mudah membesar, tapi juga membuat seseorang lebih berisiko mengalami penyakit degeneratif, performa fisik kurang baik, mudah lelah dan rentan depresi, serta kesulitan berkonsentrasi akibat suplai darah ke otak tidak optimal.
Untuk memastikan metabolisme bekerja dengan semestinya, untuk tipe tubuh apa pun, adalah dengan rutin berolahraga. “Memang betul banyak faktor yang berpengaruh dalam sistem metabolisme, tetapi yang paling memengaruhi adalah aktivitas fisik. Hanya aktivitas fisik seperti olahraga yang dapat meningkatkan pembakaran kalori dalam tubuh manusia secara signifikan,” ujar Jansen Ongko, R.D., M.Sc., pakar gizi dan kebugaran dari LAGIZI, yang juga pendiri Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia ini.
Olahraga yang dapat memperbaiki dan mempertahankan massa otot dan komposisi tubuh yang baik adalah olahraga resistensi (resistence training) atau sering kali disebut olahraga kekuatan (strength training). Tipe olahraga yang termasuk dalam kategori anaerobik ini bermanfaat untuk mempertahankan massa otot tubuh.
Daya dari gerakan yang melawan gravitasi, baik dari beban alat tertentu ataupun berat badan sendiri, menstimulasi sel otot untuk beradaptasi. Bentuk adaptasi dapat berupa peningkatan jumlah sel otot atau peningkatan ukuran sel otot, ini artinya metabolisme juga ikut meningkat.(f)