Foto: Fotosearch
Meminta bantuan obat nyamuk, sih, boleh-boleh saja. Asalkan, nih, kita tahu cara mainnya. Kenali dulu masing-masing jenis obatnya agar kita bisa menggunakan dengan bijak….
• Semprot
Salah satu zat yang dikandung sebagian besar obat nyamuk semprot adalah DEET (Diethyltoluamide). Berdasarkan penelitian Institut Riset Pembangunan di Prancis, zat ini dapat menyebabkan mata berair dan air liur berlebih di diri seseorang.
Tip:
Hindari masuk kamar jika aroma obat nyamuk masih tercium—racunnya bisa terserap, tuh. Makanya, semprotkan dua jam sebelumnya. Jangan lupa tutup seprai plus bantal guling dengan kain. Dengan begitu, kita nggak menghirup sisa-sisa zat saat tidur.
• Bakar
Menurut konferensi ”Air Pollution and Our Health” yang diadakan oleh Centre for Science and Environment, kerusakan paru-paru manusia karena asap satu batang obat nyamuk bakar setara dengan kerusakan paru-paru yang disebabkan asap 100 batang rokok. Waduh!
Pastikan ada ventilasi di ruang tidur agar sirkulasi udara berjalan lancar. Letakkan obat nyamuk di kolong tempat tidur untuk menghindari kita terkena asap secara langsung. Idealnya, nih, pasang beberapa jam sebelum kita menggunakan ruangan.
• Oles
Sama seperti semprot, obat nyamuk oles juga mengandung DEET yang dapat mengiritasi kulit sensitif dan memperparah luka. Yang ada, nih, kulit kita jadi nggak enak dipandang.
Solusi:
Oleskan obat nyamuk secukupnya, jangan tebal-tebal apalagi jika kulit kita sensitif atau sedang terluka. Setelah selesai, segeralah mencuci tangan supaya zat di obat tersebut tidak pindah ke makanan yang kita sentuh.
• Elektrik
Berhubung menggunakan daya listrik, obat nyamuk elektrik tidak memberikan efek negatif separah obat nyamuk bakar. Meski begitu, pemakaian terus menerus bisa membuat kita sesak napas!
Solusi:
Pastikan ruangan berventilasi dan pasang minimal sejam sebelum kita menggunakan ruangan. Kalau terpaksa berada di dalam ruangan, letakkan obat nyamuk elektrik minimal 1,5 meter dari indra perciuman! (f)
Topic
#nyamuk