Foto: Fotosearch
1. Kebiasaan paling mendasar adalah saat membasuh daerah kewanitaan Usai buang air kecil maupun besar. selalu basuh daerah kewanitaan dari arah depan (vagina) ke belakang (anus) agar bakteri dari anus dan vagina tidak terbawa ke saluran kemih.
2. Kebiasaan lain yang perlu dicermati adalah penggunaan pembalut. Saat menstruasi, meski belum ‘penuh’, gantilah pembalut sesering mungkin. Begitu juga jika Anda kerap menggunakan pantyliner. Penggunaan pantyliner atau pembalut yang jarang diganti bisa menjadi pencetus infeksi akibat banyaknya bakteri yang tumbuh dan berkembang di pantyliner atau pembalut yang lembap.
3. Jika Anda penyuka celana ketat, mengingat kondisi cuaca Indonesia yang lembap dan membuat kita mudah berkeringat, ada baiknya kebiasaan ini sedikit direvisi. Penggunaan celana ketat terlalu lama bisa membuat daerah kewanitaan makin lembap.
5. Tidak perlu juga terlalu berlebihan dalam membersihkan daerah kewanitaan. Para ahli justru tidak menyarankan untuk menggunakan pembersih antiseptik vagina secara berlebihan. Vagina dipenuhi dengan bakteri, ada bakteri baik dan bakteri jahat yang jumlahnya berimbang. Antiseptik bisa membunuh salah satu atau kedua jenis bakteri dan menggantikannya dengan jamur.
6. Selalu membasuh daerah kewanitaan sebelum dan sesudah berhubungan intim.
7. Perbanyak minum air putih. Berapa banyak yang disarankan? ”Minimal 30 ml x berat badan per hari. Penanda bahwa cairan tubuh cukup terpenuhi yaitu saat buang air kecil urine berwarna jernih. Jika urine terlihat kuning pekat, minumlah lebih banyak,” saran dr. Nugroho.
8. Makanlah makanan bergizi seimbang dan cukup istirahat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Karena, dengan imunitas tubuh yang baik, infeksi saluran kemih bisa dicegah. (f)
Baca juga:
- Kenali Gejala-Gejala Infeksi Saluran Kemih
- Saat Tepat Operasi Batu Ginjal
- Sering Berkemih Ganggu Proses Reproduksi?
Topic
#salurankemih