Health & Diet
3 Senjata Paling Efektif Bakar Kalori

1 Mar 2017


Foto: 123RF


Tak dipungkiri, salah satu tujuan kita berolahraga adalah untuk membakar kalori, dengan harapan kelebihan lemak di sana-sini akan terkikis. Secara teori, latihan yang banyak membakar kalori adalah  latihan yang bersifat aerobik dengan intensitas tinggi dan dilakukan dalam durasi  cukup panjang. Makin tinggi intensitas latihan, maka kalori yang dibakar akan  makin besar. Sayangnya, tidak  tiap saat kita punya waktu banyak untuk membakar kalori. Berikut ini latihan yang dapat menguras kelebihan energi Anda.

1. Tabata
Konsep dari latihan ini adalah melakukan latihan dengan intensitas tinggi (memerlukan usaha dan tenaga besar) selama 20 detik, lalu istirahat 10 detik. Putaran ini dilakukan sebanyak 8 kali hingga seluruh latihan selesai pada menit ke-4. Tabata bisa diterapkan pada berbagai latihan, seperti bersepeda di sepeda statis, mengayuh rowing machine, berlari di tangga, bahkan latihan beban menggunakan berat tubuh. Yang penting intensitasnya tinggi.

”Penelitian membuktikan bahwa latihan high intensity interval training (HIIT) lebih banyak membakar kalori dibandingkan dengan continues endurance (latihan endurance dengan intensitas yang stabil),” ujar dr. A. Andi Kurniawan SpOK, spesialis kedokteran olahraga dari Indonesia Spors Medicine Center. Tabata tergolong latihan HIIT.

Advertisement
Tabata dapat membakar 13,5 kalori  tiap menit. Karena gerakan-gerakannya tak hanya memompa kerja jantung dan paru-paru, tapi juga melatih otot-otot tubuh, tidak mengherankan jika efek peningkatan metabolisme (yang membuat kalori lebih banyak terbakar) bertahan hingga 30 menit setelah Anda selesai latihan. Karena tabata menuntut ketepatan gerak dan kecepatan, pemula sebaiknya memilih latihan yang dikuasai dan selalu berhati-hati.

2. Kickboxing
Menurut Harvard Health Publications, olahraga bela diri yang melibatkan banyak gerakan meninju dan menendang ini, seperti namanya, dapat membakar energi sampai 600 kalori per jam, jika dilakukan pada seseorang yang berbobot 63 kg. Makin berat bobot seseorang,  makin banyak energi yang terpakai. Menurut dr. Andi, kickboxing memang memiliki intensitas yang tinggi. Karena melibatkan otot-otot besar tubuh, seperti paha, punggung, dan bahu, tak heran jika energi yang terbakar saat melakukannya juga sangat tinggi. Kelebihan lain dari latihan yang tergolong bela diri ini adalah meningkatkan kepercayaan diri, melatih kecepatan reaksi, dan melepaskan stres. Asyik, ’kan? Sulit menemukan partner atau sasana kickboxing? Coba muay thai yang kini  makin mudah ditemukan di Indonesia atau kelas aerobik yang mengadaptasi gerakan bela diri.
 
3. Interval running

Lari sudah tidak diragukan lagi sebagai salah satu olahraga yang membakar banyak kalori, terutama jika Anda baru mulai getol. Tapi, lama-kelamaan tubuh Anda akan  makin terbiasa dan perlu ‘kejutan’ untuk membuat kalori yang terbakar tetap banyak. Untuk itu, Anda bisa meningkatkan pembakaran dengan sprint (berlari secepat-cepatnya) yang bisa membakar hingga 500 kalori per 30 menit. Tapi sayangnya, untuk orang awam tidak mungkin  dilakukan selama itu.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan interval running alias berlari dengan variasi kecepatan antara sprint (lari secepat-cepatnya)  selama 2 menit dan joging (lari pelan) selama 1 menit. Jika dilakukan secara terus- menerus hingga 30 menit, menurut para ahli di American College of Sports Medicine (ACSM), hasilnya tak akan jauh berbeda. Anda juga bisa menggunakan konsep interval ini pada latihan aerobik lain, seperti sepeda dan renang.(f)
 



Topic

#bakarkalori

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?