Foto: 123RF
Tak dipungkiri, salah satu tujuan kita berolahraga adalah untuk membakar kalori, dengan harapan kelebihan lemak di sana-sini akan terkikis. Secara teori, latihan yang banyak membakar kalori adalah latihan yang bersifat aerobik dengan intensitas tinggi dan dilakukan dalam durasi cukup panjang. Makin tinggi intensitas latihan, maka kalori yang dibakar akan makin besar. Sayangnya, tidak tiap saat kita punya waktu banyak untuk membakar kalori. Berikut ini latihan yang dapat menguras kelebihan energi Anda.
1. Tabata
Konsep dari latihan ini adalah melakukan latihan dengan intensitas tinggi (memerlukan usaha dan tenaga besar) selama 20 detik, lalu istirahat 10 detik. Putaran ini dilakukan sebanyak 8 kali hingga seluruh latihan selesai pada menit ke-4. Tabata bisa diterapkan pada berbagai latihan, seperti bersepeda di sepeda statis, mengayuh rowing machine, berlari di tangga, bahkan latihan beban menggunakan berat tubuh. Yang penting intensitasnya tinggi.
”Penelitian membuktikan bahwa latihan high intensity interval training (HIIT) lebih banyak membakar kalori dibandingkan dengan continues endurance (latihan endurance dengan intensitas yang stabil),” ujar dr. A. Andi Kurniawan SpOK, spesialis kedokteran olahraga dari Indonesia Spors Medicine Center. Tabata tergolong latihan HIIT.
2. Kickboxing
Menurut Harvard Health Publications, olahraga bela diri yang melibatkan banyak gerakan meninju dan menendang ini, seperti namanya, dapat membakar energi sampai 600 kalori per jam, jika dilakukan pada seseorang yang berbobot 63 kg. Makin berat bobot seseorang, makin banyak energi yang terpakai. Menurut dr. Andi, kickboxing memang memiliki intensitas yang tinggi. Karena melibatkan otot-otot besar tubuh, seperti paha, punggung, dan bahu, tak heran jika energi yang terbakar saat melakukannya juga sangat tinggi. Kelebihan lain dari latihan yang tergolong bela diri ini adalah meningkatkan kepercayaan diri, melatih kecepatan reaksi, dan melepaskan stres. Asyik, ’kan? Sulit menemukan partner atau sasana kickboxing? Coba muay thai yang kini makin mudah ditemukan di Indonesia atau kelas aerobik yang mengadaptasi gerakan bela diri.
3. Interval running
Lari sudah tidak diragukan lagi sebagai salah satu olahraga yang membakar banyak kalori, terutama jika Anda baru mulai getol. Tapi, lama-kelamaan tubuh Anda akan makin terbiasa dan perlu ‘kejutan’ untuk membuat kalori yang terbakar tetap banyak. Untuk itu, Anda bisa meningkatkan pembakaran dengan sprint (berlari secepat-cepatnya) yang bisa membakar hingga 500 kalori per 30 menit. Tapi sayangnya, untuk orang awam tidak mungkin dilakukan selama itu.
Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan interval running alias berlari dengan variasi kecepatan antara sprint (lari secepat-cepatnya) selama 2 menit dan joging (lari pelan) selama 1 menit. Jika dilakukan secara terus- menerus hingga 30 menit, menurut para ahli di American College of Sports Medicine (ACSM), hasilnya tak akan jauh berbeda. Anda juga bisa menggunakan konsep interval ini pada latihan aerobik lain, seperti sepeda dan renang.(f)
Topic
#bakarkalori