Foto: Yuris Alhumaydy on Unsplash
Seiring berjalannya waktu, organ-organ kewanitaan juga akan mengalami perubahan bentuk dan fungsi akibat berbagai kondisi, seperti kehamilan, persalinan, berat badan, gaya hidup, hormonal hingga menopause. Perubahan kondisi vagina ini bisa berdampak pada performa seks, karena hilangnya rasa percaya diri akibat perubahan yang terjadi pada daerah miss v.
Kini, secara medis perubahan kondisi miss V bisa diatasi dengan melakukan peremajaan vagina atau vagina rejuvenation. Berikut ini beberapa perawatan rejuvenation yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki kelainan atau perubahan kondisi pada vagina seperti dijelaskan dr. H. Yusfa Rasyid SpOG.MARS, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus Direktur Medik RS YPK Mandiri, Menteng, Jakarta.
1. Vaginoplasty
Vaginoplasty dikenal sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi vagina. Menurut dr. Yusfa, vaginoplasty secara umum adalah operasi perbaikan bentuk vagina dengan operasi memendekkan otot vagina. Biasanya vaginoplasty terdiri dari beberapa tindakan.
Pertama, kolpoperineorafi yaitu tindakan merapikan dinding belakang vagina sampai runaway (perineum) tempat meluncurnya penis saat terjadi hubungan intim, ketika terjadi proses pengguntingan dan penjahitan kembali pada persalinan normal atau menonjolnya bagian rektum atau rectocele ke vagina, dirapikan dengan memperbaiki otot belakang vagina dan mukosanya.
Kedua, kolporafi anterior yaitu memperbaiki atap plafon vagina yang dapat melemah karena usia, riwayat persalinan normal, dan pelemahan otot-otot dasar panggul sehingga kandung kencing melembung ke vagina atau disertai turunnya rahim ke vagina/prolaps uteri. Umumnya tindakan ini dilakukan satu paket dengan kolpoperineorafi.
“Saat ini konsepnya tidak ada jaringan yang dibuang, jadi mukosa atau lapisan lendirnya dibentuk jadi gulungan atau polisi tidur untuk menambah reggae. Perbaikan permukaan vagina ini dapat menambah sensasi dalam berhubungan intim,” jelas dr. Yusfa.
2. Femilift
Femilift yaitu solusi peremajaan vagina dan perawatan di area kewanitaan non invasif dengan menggunakan teknologi laser CO2 pixel yang meliputi di antaranya rongga vagina, dinding vagina, seluruh otot vagina dan mukosa (lapisan kulit dalam vagina).
Siapa saja yang bisa melakukan prosedur perawatan ini? Wanita yang sudah pernah berhubungan seksual. Sedangkan, wanita yang belum melakukan hubungan seksual tidak disarankan melakukan perawatan ini.
Syarat lain yang harus dipenuhi bagi pasien perawatan femilift, yaitu
1. Sudah melakukan pemeriksaan pap smear (maksimal hasil dalam 1 bulan).
3. Tidak sedang dalam pengobatan infeksi vagina dan infeksi saluran kencing.
Lantas apa efek yang ditimbulkan dari perawatan ini? Umumnya pasien akan merasakan pengeluaran cairan vagina yang lebih banyak. Ini adalah efek normal yang disebabkan oleh pembentukan kolagen. Manfaat perawatan ini dapat dirasakan satu bulan setelah treatment, dimana vagina menjadi lebih kencang, kuat dan memiliki bentuk yang lebih indah.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, terapi femilift sebaiknya dilakukan 3 kali dengan jarak 4 minggu. Perawatan lanjutan, dapat dilakukan pada bulan ke-6 dan ke-12. Setelah tindakan Femilift disarankan untuk tidak melakukan hubungan intim selama 3-4 hari.
Menurut dr. Yusfa, yang juga menyediakan perawatan femilift di Urogynecology Center RS YPK Mandiri ini, perawatan peremajaan vagina ini aman dan tidak menimbulkan efek samping jangka panjang. Meski begitu, ia mengingatkan untuk tidak asal memilih perawatan femilift dan menyarankan untuk melakukan perawatan tersebut hanya kepada dokter obgyn yang memang memiliki kapasitas untuk prosedur ini.
“Karena perawatan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasien yang menderita diabetes dan alergi terhadap fototerapi tidak dianjurkan untuk melakukan perawatan ini,” ungkapnya.
3. Platelet Rich Plasma (PRP)
Penurunan fungsi organ intim wanita juga meliputi penurunan saluran kemih dan rahim. Akibatnya, wanita yang mengalami kondisi tersebut akan sering mengeluh buang air kecil tanpa merasakan gejalanya, hubungan seksual yang terganggu, dan kurang percaya diri.
Semua hal tersebut dapat diatasi di antaranya dengan tindakan platelet-rich plasma (PRP). Prosedur ini memanfaatkan plasma darah yang kaya akan growth factor yang disuntikan ke area organ intim pada dinding belakang vagina yang dirasakan longgar dan kering. Hal tersebut dilakukan untuk merangsang kembali vagina agar menjadi lebih bervolume.
Salah satu kelebihan PRP adalah kemampuannya dalam merangsang penyembuhan tulang dan jaringan lunak. Selain itu, terapi ini juga mampu meningkatkan gairah seksual lebih besar saat stimulasi klitoris dan G-Spot atau O-Spot serta memperkuat orgasme, membuat kulit bibir vagina menjadi lebih muda, halus, dan warna merah muda, liang vagina menjadi lebih kencang, sekaligus menurunkan risiko inkontinensia urine atau buang air kecil berlebihan. (f)
Baca Juga:
Sesi Reza Gunawan di Merck Life Festival Ajarkan Sembuhkan Emosi dan Burnout. Ini Caranya!
Posisi Rahim Turun, Ini Penyebab dan Gejalanya
7 Trik Membangun Kebiasaan Agar Memiliki Kualitas Tidur yang Baik
Faunda Liswijayanti
Topic
#missv, #rejuvenation