Foto: Fotosearch
Budaya mendongeng, menurut Kak Seto, juga akan menjadi penolong anak-anak masa kini, yang karena canggihnya teknologi, justru kurang terampil berkomunikasi. Meski aktivitas dengan komputer dan interaksi dengan media sosial cukup tinggi, anak tetap ’manusiawi’ dengan adanya budaya dongeng. Sebab, mereka juga terbiasa berkomunikasi dengan link yang paling awal, yaitu orang tua.
1. Bacakan cerita berseri, tentang seorang tokoh, atau serangkaian kisah buah-buahan, sayuran, dan sebagainya. Di akhir cerita, berikan pentunjuk dongeng untuk esok malam. Maka, ia akan antusias menunggu saat-saat itu.
2. Selingi dongeng Anda dengan dongeng dari buku elektronik (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). Saat itu, Anda bersama anak, sama-sama menikmati dongeng. Katakan pada anak, ia bisa menghentikannya kapan saja, saat ia tidak mengerti kata-kata di dalam buku tersebut.
3. Ciptakan dongeng sendiri. Atau, ajak anak untuk juga membuat dongeng. Anak akan mencontoh cara Anda mendongeng. Walaupun pendek, pastikan ada tokoh, konflik, dan akhir cerita. Berikan pujian saat anak selesai mendongeng. Selain melatih perbendaharaan kata dan kreativitas, hal ini juga memupuk rasa percaya diri anak. (f)
Asteria Elanda
Topic
#Dongeng