Selama masa pandemi, semua orang jadi stres. Orang tua stres karena harus lebih banyak menemani anak belajar di rumah, anak stres karena tak bisa main dengan teman sekolah. Masalah yang dihadapi siswa bisa jadi lebih banyak daripada ketika sekolah tatap muka langsung, sehingga Anda perlu lebih sering menghubungi guru. Namun, jika tekanan pekerjaan sedang tinggi, sementara anak juga sedang perlu perhatian lebih, bisa-bisa komunikasi yang seharusnya terjalin baik dengan guru malah jadi berantakan.
Melansir laman Reader's Digest, ini 5 hal yang sebaiknya Anda hindari:
1. Mengkritik via media sosial
Sampaikan kritik atau komentar kepada guru atau perwakilan sekolah. Siapa tahu, sebenarnya guru atau sekolah anak Anda tidak melakukan kesalahan apa pun, tapi Anda sudah keburu salah paham dan emosional.
2. Marah-marah via e-mail
Jika ada masalah, lebih baik Anda bicarakan secara langsung dengan guru. Tapi, jangan tiba-tiba menelepon saat jam mengajar (karena dia kan pasti sibuk mengajar). Paling aman, kirim pesan dahulu dan tanyakan kapan waktu paling pas untuk berdiskusi.
3. Menyalahkan guru atas masalah anak
4. Mengajari guru cara mengajar
Percayakan anak Anda pada gurunya. Jika Anda melihat masalah yang memerlukan perhatian guru, misalnya siswa mogok belajar atau tidak mau keluar kamar, bicarakan dengan guru.
5. Menyembunyikan masalah di rumah
Anda tidak harus menceritakan kejadian yang detail kepada guru. Namun, ia perlu mengetahui latar belakang masalah yang membuat anak mengalami gangguan belajar dan bisa bantu mencari solusi terbaik. Plus, ia bisa membantu mencarikan expert yang mungkin dibutuhkan anak, misalnya psikolog. (f)
Baca Juga:
Hari Anak Nasional, Ini 4 Kiat Memuji Si Kecil Agar Ia Jadi Pribadi yang Percaya Diri
Ajak Anak Belajar Sains Lewat 5 Eksperimen Seru Ini
Kapan Saat Tepat Daftarkan Anak ke Sekolah? Cari Jawabannya di Sini
Topic
#sekolahjarakjauh, #belajardarirumah, #anak