Banyak penelitian membuktikan bahwa pujian bisa menjadi cara efektif untuk memupuk rasa percaya diri dan memberikan motivasi pada anak-anak. Tapi, pujian juga perlu disampaikan secara bijak agar tidak malah berbalik mendatangkan efek merugikan bagi si kecil. Berikut 4 tip yang bisa Anda terapkan di rumah:
1. Puji proses, bukan hasil
Ketika anak berhasil menang lomba matematika, jangan memuji kecerdasannya dengan bilang, “Jagoan, ya, anak pintarnya Mama dan Papa!” Lebih baik Anda memuji perjuangan anak dalam belajar dan mempersiapkan diri. Misalnya, “Hebat! Terbayar lelahnya, ya, Dek, sudah rajin latihan setiap hari.”
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Developmental Psychology (2018), memfokuskan pujian pada proses yang dijalani akan menumbuhkan sikap positif anak kala menghadapi tantangan di masa depan. Anak akan tumbuh jadi pribadi yang lebih percaya diri dalam mengeksplorasi kemampuan dan tidak mudah frustrasi saat terbentur kegagalan.
2. Kompetisi dengan diri sendiri
Banyak orang tua yang senang membandingkan pencapaian anaknya dengan anak lain. Meski sekilas tampak tak berbahaya dan tujuannya untuk memotivasi anak agar berprestasi, sebenarnya hal tersebut bisa membuat anak terbiasa mengukur nilai dirinya dari pencapaian orang lain. Penelitian juga membuktikan bahwa kebiasaan orang tua membandingkan anak bisa mengakibatkan ia tumbuh jadi sosok narsistik yang tidak mampu bekerja sama di dalam tim.
Ajaklah anak berkompetisi dengan dirinya sendiri. Misalnya, jika minggu lalu ia mampu memasang kaus kaki sendiri, sekarang ajak ia belajar mengikat tali sepatu sendiri. Jangan gusar, jika sesekali kemampuannya jalan di tempat atau malah mundur. Pujilah usaha anak untuk terus berusaha sesuai kemampuannya.
3. Jangan berlebihan
Terlalu sering melontarkan pujian bisa mengakibatkan anak berpikir bahwa orang tuanya sekadar mengumbar lip service dan bukan benar-benar menghargai apa yang sudah ia lakukan. Apalagi, jika pujian tersebut tidak didasari argumentasi yang logis, misalnya ketika orang tua bilang, “Anak Mama memang yang paling cantik di seluruh dunia!”
Karena itu, daripada diumbar, simpan kalimat pujian Anda untuk diberikan pada momen yang tepat. Saat melakukannya, sampaikan pujian secara sungguh-sungguh sambil menatap wajah anak dan menunjukkan ekspresi bangga yang tulus.
4. Beri pujian secara spesifik
Biarkan anak tahu alasan dibalik pujian yang Anda berikan. Misalnya, daripada sekadar memuji bahwa gambar yang dibuatnya bagus, orang tua bisa mendeskripsikan hasil pengamatan dengan berkata, “Keren, nih, sapuan kuasnya sudah tidak patah-patah lagi seperti lukisan yang kemarin. Perpaduan warna yang ini juga lebih serasi. Good job!”
Dengan memberi tahu secara spesifik apa yang mendasari pujian Anda, si kecil akan mengetahui bahwa orang tuanya benar-benar memperhatikan apa yang ia lakukan. Mendefinisikan pujian secara spesifik juga bisa menjadi umpan balik yang berharga bagi anak untuk memperbaiki diri di masa depan. (f)
Baca Juga:
Ingin Anak Jadi Kepo Secara Positif? Tiru 6 Cara Asyik Ini
Kata Ahli: Ritual dan Rutinitas Bikin Anak Percaya Diri. Mari Buktikan!
Ajak Anak Belajar Sains Lewat 5 Eksperimen Seru Ini
Topic
#memujianak, #apresiasi, #pujian